Home » , , , , , , , , , , » Psikolog Ini 'Diagnosis' Sejumlah Karakter Game of Thrones, Apa Jadinya? (1)

Psikolog Ini 'Diagnosis' Sejumlah Karakter Game of Thrones, Apa Jadinya? (1)

Written By admin on Rabu, 08 Mei 2019 | Mei 08, 2019


harian365.com - Psikolog Ini 'Diagnosis' Sejumlah Karakter Game of Thrones, Apa Jadinya? (1) - Game of Thrones jadi salah satu series yang memperoleh sorotan lumayan tinggi. Karakter yang ditonjolkan dalam film pun terasa begitu nyata serta kuat.

Dr Kirk Honda, terapis perkawinan serta keluarga berlisensi di Seattle mencoba mendiagnosis berbagai karakter dari Game of Thrones seakan-akan mereka adalah pasien dirinya sendiri.

Tentu saja, tak ada psikolog alias psikiater yang bisa mendiagnosis siapa pun tanpa berjumpa dengan cara langsung mereka. Setidaknya, Honda sudah mencoba meperbuat yang paling baik. Dikutip dari ILFSCIENCE! berikut ini penjelasannya.


1. Ramsay Bolton


"Menurut saya, Ramsay mempunyai kelainan sadisme seksual juga kelainan kepribadian sadis sebab ia menunjukkan kebahagiaan yang nyata serta sama sekali tak ada penyesalan dari penderitaan orang lain," ungkap Honda terhadap Business Insider.

(Sebagai catatan; Sadistic Personality Disorder sudah dihapus dari American Psychiatric Association's Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders seusai edisi ke-3, saat ini tak lagi dianggap sebagai diagnosis resmi.)

Dia meningkatkankan bahwa gangguan Ramsay kemungkinan sebab 'warisan biologisnya dari Roose Bolton, yang juga menunjukkan perilaku psikopat yang signifikan, terutama sebelum Ramsay lahir. Masa kecil Ramsay juga dikualitas susah.

Selain itu, ada juga kemungkinan anti-social personality disorder pada Ramsay.


2. Joffrey Baratheon

Honda percaya bahwa Joffrey menderita sebuahbentuk gangguan kepribadian sadis yang disebut sadisme tirani, sebab kebiasaannya menikmati dengan cara verbal serta fisik untuk melukai serta melecehkan orang lain dengan kekuatannya.

Tetapi Honda ragu-ragu untuk menerapkan terlalu tak sedikit label pada Joffrey sebab gangguan kepribadian pada anak di bawah umur biasanya tak didiagnosis hingga mereka menjadi dewasa serta kepribadian mereka berakhir terbentuk.

Sebab argumen itu, Honda mendiagnosis Joffrey dengan gangguan perilaku sebab dirinya menunjukkan pola melanggar hak orang lain.

Honda percaya gangguan Joffrey berasal dari pelecehan dari ayahnya, jarak dengan ibunya, trauma dampak konflik serta kekerasan orangtua, bunda yang tetap minum alkohol selagi kehamilan, serta pola pengasuhan yang kurang baik. Ada tak sedikit faktor.


3. Cersei Lannister


Cersei, mungkin tak sedikit orang yang dibangun kesal olehnya. Tetapi, Cersei terbentuk sebab dipinggirkan serta dilecehkan oleh ayah juga suaminya ketika dirinya tetap muda, serta dikelilingi oleh konteks yang menghargai kekuatan, terutama kekuatan kerajaan, jadi perilaku psikopatnya bisa adalah hasil dari keadaan serta budaya, bukan sebab kepribadian.

Tidak semacam Joffrey serta Ramsay, sebagian besar perbuatan anti-sosial Cersei berperan penting dalam memperoleh kekuasaan serta bisa dianggap sebagai perbuatan bersi kukuh nasib, berdasarkan aspek pandangnya.

Honda percaya Cersei mungkin juga mempunyai persoalan ketergantungan alkohol, meskipun ia tampaknya tak mengalami efek kurang baik dari kebiasaan minumnya yang berlebihan.

"Menurut saya, dirinya semacamnya minum untuk menanggulangi tekanan nasibnya, yang menarik. Sangat umum bagi orang untuk mengobati sendiri dengan tutorial ini," kata Honda.


Sumber : detikhealth
Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger