Home » , , , , , , » Melihat Kampung Laut, Spot Wisata Terpendam di Cilacap

Melihat Kampung Laut, Spot Wisata Terpendam di Cilacap

Written By admin on Minggu, 14 April 2019 | April 14, 2019


harian365.com - Melihat Kampung Laut, Spot Wisata Terpendam di Cilacap - Cilacap di Jawa Tengah, punya spot wisata yang belum terjamah khalayak. Inilah Kampung Laut, dengan beberapa potensi wisata hebat di sana.

Kampung Laut di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah adalah gugusan pulau-pulau kecil di Segara Anakan yang membentuk beberapa desa semacam Desa Ujung Alang, Desa Kleces, Desa Ujung Gagak serta Desa Panikel. Dengan cara letak geografisnya, Kampung Laut berada disisi Barat Jawa Tengah serta berbatasan dengan Jawa Barat.

Setidaknya tersedia kurang lebih 14 ribu jiwa penduduk di empat Desa yang ada di Kampung Laut yang mayoritas bekerja sebagi nelayan, petani serta buruh serabutan. Sebagai transportasi mutlak masyarakat di Kampung Laut yakni memakai perahu compreng yang bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam - 3 jam perjalanan dari Kota Cilacap.

Beberapa potensi tersedia di Kampung Laut, salah satunya batik Kampung laut yang dibangun oleh masyarakat kampung laut dengan membawa motif khas Kampung Laut semacam motif mangrove, ikan, udang serta kepiting. Setidaknya tersedia kurang lebih 10 motif yang telah dikembangkan oleh warga Kampung Laut sejak 2015 lalu.


"Awal kami motif mangrove, sebab kami disini kampung laut, kampung laut kan khasnya ada udang, ada kepiting ada mangrove serta kami ambil motif batiknya dari potensi di kampung laut," kata, Sodikin Ketua kelompok Mekar Canting terhadap detikcom, Rabu (11/4) kemarin.

Dari upaya membawa potensi yang ada di kampung laut serta dikembangkan menjadi suatu  batik ini, kelompok Mekar Canting yang tadinya berjumlah 5 anggota, saat ini telah ada 30 anak buah yang bergabung serta rata-rata adalah kaum perempuan. Bahkan untuk dalam faktor mengembangkan nilai batik Kampung laut, kelompok tersebut dilirik Pertamina Cilacap serta menjadi kelompok binaan Pertamina.

"Kita setiap hari bikin (batik), tapi tugasnya masing masing. Batik kami ada cap serta ada batik tulis," jelasnya.

Sedangkan kendala yang tetap didalami kelompok yakni dari sisi pemasarannya yang tetap susah. Pasalnya dari letak geografis Kampung Laut yang jauh dari pusat Kota jadi menyulitkan Kelompok saat bakal mengirimkan barang melewati jasa ekspedisi. Lebih tak sedikit warga Kampung Laut berjualan alias mencari keperluan sehari-hari menuju Majingklak alias Jawa Barat.


"Penjualan tetap Cilacap saja, kecuali ada kawan kami yang dari Jakarta kelak kami kirim pakai jasa ekspedisi untuk pengiriman barang. Kalau mau kirim barang kami wajib ke Cilacap dulu, nyeberang dulu, sebab disini tak ada jasa ekspedisi," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga tetap kesusahan untuk arah pemasaran produk batiknya tersebut, tidak hanya susahnya sinyal telepon, sinyal internet untuk coba memasarkan produk batiknya melewati media online juga menjadi kendala dalam pemasaran mereka.

"Untuk penjualan online kami belum masuk sebab internet tetap agak susah disini, kendalanya internet serta sinyal," ungkapnya.


Sementara menurut Camat Kampung Laut, Nurindra berbicara potensi lainnya yang hebat dari Kampung laut yakni wisata bahari semacam adanya Goa Masigit Sela, Goa Maria, Ranca Babakan, pantai Kalijati serta Pantai Permisan. Adapula wisata khusus semacam tracking mangrove serta destinasi baru semacam Kampung Mandiri Energi di Dusun Bondan, Desa Ujung Alang.

"Yang jelas wisata bahari, kami punya destinasi wisata semacam Goa Masigit Sela disitu ada sejarah serta wisata religi, ada Goa Maria itu juga wisata religi, lalu tracking mangrove, tracking mangrove itu tempat dimana tersedia tak sedikit tipe mangrove yang ditanam disitu serta dengan cara teratur, ada juga destinasi khusus kampung energi, kampung Mandiri energi di Dusun Bondan itu dibantu Pertamina tenaga Surya serta tenaga angin,sebab disana tak ada listips PLN," ujarnya.


Dia berbicara apabila ada destinasi lain menuju pantai pasir putih, meskipun belum menjadi destinasi resmi, tetapi telah tak sedikit penggemar petualang leluasa maupun peneliti yang datang untuk mengunjungi lokasi tersebut.

"Sebenernya ada jalan masuk ke Pasir Putih di Nusakambangan, meskipun belum menjadi destinasi resmi tetapi telah mulai dikunjungi oleh orang Orang. Sebab ini wisatanya segmentatif, serta terbukti kami arahkan pada wisata petualangan adventure, jadi tertentu semacam orang orang penggemar alam, peneliti peneliti lingkungan itu tak jarang," ujarnya.

Selain itu adapula seni adat yang selalu diadakan oleh masyarakat Kampung Laut, semacam halnya sedekah laut. Meskipun diakuinya, di Kampung Laut tersedia dua kebudayaan semacam Jawa serta Sunda, tapi kegiatan kesenian lebih dominan Jawa semacam adanya kesenian ebeg, gamelan serta wayang.

Meskipun demikian pihaknya mengakui apabila promosi di bidang wisata belum tersistem dengan cara tertib. Pihaknya hanya mempercayakan beberapa orang untuk mengetahuikan potensi wisata di Kampung Laut.

"Promosi wisata terbukti kami belum tersistem dengan cara tertib, kami terbukti mempercayakan beberapa kawan terkait melewati medsos, melewati perkawanan untuk pemasaran kami terbukti belum perbuat dengan cara tersistem," jelasnya. 


Sumber : detiktravel
Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger