Home » , , , , » Australia Pertahankan Panda Wang Wang dan Fu Ni

Australia Pertahankan Panda Wang Wang dan Fu Ni

Written By admin on Senin, 08 April 2019 | April 08, 2019


harian365.com - Australia Pertahankan Panda Wang Wang dan Fu Ni - Canberra -Pemerintah Federal Australia berbicara dua ekor panda raksasa terkenal di Kebun Binatang Adelaide bakal tetap dipertahankan terlepas dari partai besar mana yang bakal memenangkan pemilihan umum.

panda wang serta fu ni
Keberadaan Wang Wang serta Fu Ni:
Pemerintah Federal Australia telah berkomitmen untuk mempertahankan Wang Wang serta Fu Ni
Panda raksasa terkenal ini telah berada di Kebun Binatang Adelaide sejak 2009
Panda telah menjadi tahap dari diplomasi China
Namun meskipun membikin pemkabarhuan ini, pemerintah federal sendiri belum bakal bayar sertaa untuk tetap mempertahankan pemeliharaan Wang Wang serta Fu Ni ketika perjanjian sewa kedua satwa itu beres tahun ini.

Di bawah kesepakatan dengan China ini, Pemerintah Australia Selatan yang bakal menanggung anggaran pemeliharaan kedua panda tersebut kurang lebih $ 3,5 juta (kurang lebih Rp 35 miliar) selagi lima tahun yang memungkinkan kedua panda ini tetap berada di Australia hingga setidaknya 2024.

"Kami telah bekerja erat dengan Kebun Binatang SA untuk ... memberbagi lima tahun kepastian kehadiran mereka di sini," kata Menteri Perdagangan serta Pariwisata Australia Simon Birmingham.

Sebelumnya Perdana Menteri Scott Morrison berbicara kehadiran kedua panda tersebut bukanlah prioritas.

Namun Menteri mutlak Australia Selatan Steven Marshall berbicara Wang Wang serta Fu Ni telah menjadi sumber daya tarik mutlak pariwisata Australia Selatan selagi satu dekade terbaru, serta sebabnya untuk mempertahankan keduanya melibatkan negosiasi "rumit".

"Kami mencintai Wang Wang serta Fu Ni. Mereka adalah sumber daya tarik yang besar di sini," katanya.

"Kami bakal bahagia mempunyai anak panda di sini, di Kebun Binatang Adelaide."

Meskipun sebelumnya tak sedikit berharap sejauh ini Wang Wang serta Fu Ni belum menghasilkan keturunan ketika berada di Adelaide.


Wang Wang serta Fu Ni telah dipelihara di Adelaide kurang lebih satu dekade. (ABC News: Matt Coleman)

CEO Kebun Binatang SA, Elaine Bensted, berbicara bahwa panda-panda tersebut tetap dalam usia berkembang biak, namun kebun binatang bakal mempertimbangkan untuk mencari jantan lain untuk menambah kesempatan seekor anak.

"Pembiakan rutin menantang di kalangan panda raksasa. Bahkan di China, fasilitas mereka mempunyai tingkat kesuksesan satu dari lima panda," katanya.

"Saya bakal ke China dalam waktu dekat serta saya bakal berdiskusi dengan China serta sejawat lainnya."

"Rutin adalah tantangan yang besar memindahkan panda raksasa dari satu segi dunia ke segi lainnya, sehingga saya kira kedua panda tersebut bakal tetap berada di sini."

Diplomasi panda China
Wang Wang serta Fu Ni telah lama menjadi binatang politik, serta tak jarang dijadikan alat oleh partai serta kelompok kepentingan lain yang ingin mekegunaaankan popularitas mereka.

Kebun Binatang Adelaide memperoleh mereka tak lama seusai Australia setuju untuk memasok uranium ke China pada tahun 2006.

Mantan menteri luar negeri Australia yang berasal dari Australia Selatan Alexander Downer menengahi kesepakatan ini yang disambut oleh perdana menteri saat itu John Howard.

Kedua panda ini tiba pada 2009 saat perdana menteri pengganti Howard, Kevin Rudd, juga seorang pendukung panda yang kuat.




"Diplomasi Panda" tahap dari taktik China dalam membangun hubungan luar negeri. (ABC News: Claire Campbell)

Pemkabarhuan kali ini timbul di tengah memanasnya hubungan politik Australia dengan China yang semakin berlanjut, dengan Pemerintah Federal Australia juga disoroti terkait penanganan kepada permasalahan penulis China-Australia yang ditahan, Yang Hengjun.

Apa yang disebut "diplomasi panda" adalah tahap dari taktik China yang telah diperbuat dalam membangun hubungan dengan negara lain.

Namun ahli hukum internasional Griffith University Sue Harris Rimmer berbicara pendekatan semacam diplomasi panda ini bisa juga mendekatkan kedua negara yang mempunyai perbedaan dalam persoalan politkk serta HAM.

Dia berbicara pendekatan "soft power" bisa mendorong, bukannya menghambat, perbincangan susah mengenai topik-topik semacam hak asasi manusia.

"[Panda] rutin dipakai oleh China sebagai sinyal kepercayaan, sehingga apabila mereka mengambil kembali Wang Wang serta Fu Ni itu artinya bakal sangat kurang baik," kata Associate Professor Rimmer.

"Saya pikir lumayan baik bahwa Tiongkok semakin mempercayai Australia dengan tutorial ini. Saya pikir penting untuk semakin meperbuat perbincangan dengan China mengenai lingkungan, mengenai konservasi namun juga mengenai hak asasi manusia


Sumber : detiksport
Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger