Home » , , , , , , , » Miris, Kasus Bayi Gizi Buruk Kembali Ditemukan di Sulawesi Selatan

Miris, Kasus Bayi Gizi Buruk Kembali Ditemukan di Sulawesi Selatan

Written By admin on Selasa, 25 Desember 2018 | Desember 25, 2018


Miris, Kasus Bayi Gizi Buruk Kembali Ditemukan di Sulawesi Selatan - Andi Farhan Reihan, bayi yang tetap berusia 2 bulan lebih ini hanya dapat terbaring tidak berdaya di ruang Bangsal anak Rumah Sakit Umum Daerah Tenriwaru Bone dengan diagnosa penyakit gizi kurang baik serta sesak napas. Kondisi bayi pun wajib dipasangi selang infus serta selang oksigen untuk bantuan pernapasan. Tidak hanya itu, kondisi kaki membengkak dengan kulit mengelupas nampak memprihatinkan.

Anak ke-2 dari pasangan Andi Syarifuddin (22) serta Syahri Ramadhani (21) baru dibawa ke Rumah sakit, Sabtu (22/12/18) lalu seusai keadaannya terus memkurang baik.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, kondisi bayi yang hanya dapat menangis serta enggan minum susu sampai membikin kondisi fisiknya terus menurun. Kulitnya pun nampak longgar serta keriput sampai menampakkan tulang rusuk. Sementara perutnya nampak membuncit.


Padahal bayi terlahir dalam kondisi normal dengan berat badan 2,5 kg. Tetapi, dampak penyakit yang dideritanya saat ini beratnya jauh dari ideal diusia perkembangan bayi yakni hanya 2,9 kg.


Orangtua bayi mengaku, apabila awalnya pembengkakan dibagian kaki terjadi kurang lebih 2 minggu lalu sebab digigit nyamuk, tetapi lamban dibawa ke rumah sakit sebab jarak kampung yang jauh serta keterbatasan biaya. Sampai 2 hari di rumah sakit pun dirinya belum memperoleh kejelasan dari pihak BPJS.

"Awalnya digigit nyamuk, sampai nangis terus serta kakinya bengkak. Seusai bengkak dirinya tidak lagi mau minum ASI," ungkap Syahri terhadap ditemui detikcom di ruang perawatan, Senin (24/12/18).

Sementara itu, ayah bayi hanya bekerja sebagai petani sebagai tumpuan keluarga di perkampungan terpencil Uloe, Bone.



Pihak rumah sakit pun menyebutkan telah memberbagi pelayanan maksimal terhadap bayi penderita gizi kurang baik ini dengan penanganan 2 dokter pakar sekaligus, yakni dokter anak serta serta pakar gizi.

"Anak ini telah ditangani 2 dokter pakar sekaligus. Saat ini keadaannya telah terus membaik dari sebelumnya," terang Ramli, humas Rumah Sakit Umum Daerah Tenriwaru Bone.


Dua permasalahan bayi yang menderita gizi kurang baik yang ditemukan di Kab. Bone telah telah terjadi sepekan terbaru. Sebelumnya, permasalahan bayi dengan kondisi gizi kurang baik telah merenggut nyawa bayi Ikram yang tetap berusia 10 bulan.

Sebab itu permasalahan gizi kurang baik telah sewajibnya ditangani serius oleh pemerintah. Tidak hanya itu, pengetahuan bakal pola asuh orang tua terhadap anak serta hal kepekaan serta Kepedulian segenap masyarakat terhadap lingkungan turut menjadi peran paling penting.


Sumber : detikhealth
Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger