Home » , , , , , , , » Warga Terdampak Waduk Bendo Ponorogo Curhat ke Menteri PUPR

Warga Terdampak Waduk Bendo Ponorogo Curhat ke Menteri PUPR

Written By admin on Jumat, 30 Maret 2018 | Maret 30, 2018


Warga Terdampak Waduk Bendo Ponorogo Curhat ke Menteri PUPR - Warga Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo yang terakibat pembangunan waduk Bendo wadul ke Menteri Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basoeki Hadimoeljono. Warga wadul saat Basoeki sedang memeriksa proses pembangunan waduk.


Warga melaporkan proses ganti menyesal yang dikualitas belum sesuai dengan keinginan warga. Koordinator warga waduk Bendo, Didik Suwignyo membicarakan pihaknya ingin melaporkan langsung ke Menteri PUPR terkait persoalan ini.


"Selama ada pembangunan waduk Bendo, hak-hak kita belum dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, pemerintah pusat maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo," tutur Didik saat ditemui di lokasi, Jumat (30/3/2018).


Didik menerangkan ada 16 item yang belum dipenuhi baik dari Pemkab, pemerintah pusat maupun BBWS Solo terkait persetujuan ganti menyesal. "Tahun 2013 lalu kita didatangi oleh BBWS Solo, Pemkab, serta pemerintah pusat, kita dijanapabilan kenasiban yang lebih baik, tapi kini nasib kita makin sulit," keluh Didik.


Pasalnya, proses ganti menyesal ini belum sepenuhnya dilaksanakan oleh pihak terkait. Didik pun membahas sebelumnya warga menuntut ganti menyesal atas tanah miliknya. "Kami mempunyai tanah 17 hektar, kita ingin diganti tanah dua kali lipat, baru kita mau pindah. Tapi tahun 2015, BBWS Solo, Pemkab serta Pusat tak menyanggupi dengan argumen sulit mencari tanah di wilayah kurang lebih," imbuh Didik.



Warga pun memperoleh ganti menyesal berupa rumah type 49 serta tanah seluas 200 meter persegi itupun tanpa mengurangi hak milik warga yang ada di wilayah pembangunan. "Notulen tahun 2016-2017, ada pengumuman rumah, pekarangan serta tanaman kita yang ada di wilayah pembangunan waduk diganti, baru kita mau pindah," tegas Didik.


Tetapi tahun 2017 lalu, warga Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo mengalami musibah banjir besar. Diduga banjir akibat sungai yang dibuntu jadi menyebabkan banjir bandang. Warga pun terpaksa mau direlokasi ke rumah yang disediakan oleh Pemkab Ponorogo. "Padahal di hunian baru ini belum ada air, bahkan tempat ibadah pun kita bangun swadaya dengan memakai bambu," tukas Didik.


Didik bersama 89 warga lain merasa tertipu, usai direlokasi sebab banjir. Rumah mereka yang berada di wilayah pembangunan waduk pun dibongkar paksa oleh Pemkab Ponorogo. 


"Bahkan dirobohkan dengan memakai alat berat subuh buta pukul 03.00 WIB oleh Satpol PP," papar Didik. 



Sumber : harianhot
Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger