Home » , , , , , , , » Menelusuri Kerajaan Bisnis Abu Tours yang Mencengangkan

Menelusuri Kerajaan Bisnis Abu Tours yang Mencengangkan

Written By admin on Jumat, 30 Maret 2018 | Maret 30, 2018


Menelusuri Kerajaan Bisnis Abu Tours yang Mencengangkan - Polda Sulsel tetap semakin menelusuri aset milik Bos Abu Tours, Hamzah Mamba. Tidak hanya usaha travel, Bos Abu Tours, Hamzah Mamba nyatanya menyimpan usaha lain di Makassar.


Berdasarkan penelusuran harianhot, Jumat (30/3/2018), Hamzah mempunyai sejumlah usaha di Makassar. Salah satu sektor usahanya merupakan kafe/restoran. Yaitu kafe di Jalan Hertasning, kafe di mal Panakulang, kafe di Jalan Kasuari, Makassar, rumah makan di Jalan Mappayuki Mariso, Makassar, dan dua buah kafe di Jalan Mappaodang.


Selain kafe, usaha lainnya yaitu bisnis percetakan di Jalan Baji Gau. Abu juga membuka kursus mobil. Hamzah juga sedang mencoba membangun menara bisnis di sektor media, semacam media cetak, radio dan media online.


Bisnis di atas di luar bisnis travel yang telah mempunyai 15 kantor cabang di seluruh Indonesia. Dan anak cabang di beberapa daerah.


Saat faktor itu dikonfirmasi, seorang mantan karyawan tidak menampiknya.


"Tidak sedikit usahanya itu yang saya tahu. Tidak sedikit, ada cafe, media juga, cetak, radio, online, restoran, ada percetakan dan kursus mobil," kata mantan karyawan Abu Tours yang tidak mau menyebut namanya.


Saat penelusuran di atas dikonfirmasi ke pihak kepolisian, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengaku belum dapat memastikan sebab tetap menelusuri aset Hamzah.


"Aset Abu Tours penelusuranya tidak maksimal. Hamzah Mamba menyembunyikan dan tidak terbuka," kata Dicky, Jumat (30/3/2018).


Polda Sulsel wajib bekerja keras mencari aset lain milik Abu Tours yang ada di Makassar, tergolong di daerah lain di Indonesia.



"Hamzah tertutup," jelasnya.


Menurut pakar hukum pidana Prof Hibnu Nugroho, uang jemaah umrah tidak boleh dialirkan untuk modal bisnis lain. Bila ditemukan pengalihan uang itu, maka dapat diterapkan pasal penggelapan/penipuan. Untuk mengungkapnya, maka pasal pencucian uang sehingga alat yang ampuh bagi kepolisian.


"Itu masuk delik penggelapan. Sebab dana diperoleh dari tutorial cara yag sah, bahkan sukarela. Tapi dana dipakai tidak sesuai peruntukannya," kata Hibnu.


Meski demikian, Hamzah menampik segala sangkaan polisi. Lewat kuasa hukumnya, ia menampik adanya pengalihan aset itu.


"Yang dana Rp 1, 8 T itu untuk pemberangkatan, sewa hotel, transportasi dan pemberangkatan jemaah yang telah diperbuat," ucap kuasa hukum Abu Tours Hamza Mamba, Eri Edhi Satrio. 



Sumber : harianhot
Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger