Home » , , , , , , , » Pria Ini Buktikan Heavy Metal Bisa Cegah Depresi

Pria Ini Buktikan Heavy Metal Bisa Cegah Depresi

Written By admin on Kamis, 22 Februari 2018 | Februari 22, 2018


harian365.com - Pria Ini Buktikan Heavy Metal Bisa Cegah Depresi - Heavy metal identik dengan genre musik yang berisik dan sebagian orang percaya mendengarkan lagu heavy metal dapat mendorong perbuatan agresif. Tetapi ini tak berlaku untuk pria asal Australia ini.

Dari penampilannya, ia terbukti terkesan garang. Pria bernama Liam Frost-Camilleri ini mengaku telah mendengarkan lagu-lagu milik legenda metal seperti Machine Head dan Dark Tranquillity sejak tetap remaja.

"Musik ini terbukti rutin dikenal underground dan itulah poinnya. Apabila ini tak dijauhi, mungkin ini tak bakal sehingga seperti sekarang," tandas Liam mengenai genre musik kesukaannya.

Liam sendiri adalah anak buah suatu  band bernama Fall and Resist. Luar biasanya, tiap kali ia manggung, tak jarang timbul topik pembicaraan mengenai depresi dan gangguan kecemasan di antara pecinta maupun sesama musisi heavy metal.

"Saya sendiri terkejut sebab tak sedikit yang menuturkan mengenai faktor ini. Ini nampaknya sehingga problem yang lumayan besar di kalangan musisi heavy metal khususnya," katanya seperti dilaporkan ABC Australia.

Tetapi ada segi positif yang dipahami Liam kemudian, yaitu genre musiknya nyatanya dapat memberbagi seperti solusi untuk sebagian orang ketika mereka berusaha memproses emosi-emosi negatif yang terjadi padanya.

"Kadangkala timbul perasaan kecewa dan penyerangan tetapi ekstrem dan saya pikir orang-orang yang menderita depresi dan kecemasan memahami apa yang dimaksudkan dengan itu," paparnya.

Meski tak semua fans metal mengalami gangguan mental, Liam meningkatkankan, komunitas di kurang lebihnya tak jarang salah paham dengan genre musik mereka. Padahal musik ini pun dapat memberbagi dukungan terhadap fans ketika melewati masa-masa susah.


Sebuah studi yang diperbuat Leah Sharman dan Dr Genevieve Dingle dari School of Psychology, University of Queensland di tahun 2015 mengungkapkan, 'musik ekstrem' seperti ini sebetulnya dapat menjadi 'cara sehat untuk memproses kemarahan'.

Dalam studi itu 39 'pendengar musik ekstrem' berumur 18-34 tahun ditanya mengenai faktor terakhir yang membikin mereka marah sebelum peneliti kemudian memberi mereka pertanyaan-pertanyaan yang dapat memancing emosi mereka.

Kemudian separuh grup diminta mendengarkan musik opsi mereka selagi 10 menit, tergolong lagu-lagu bergenre metal seperti dari Parkway Drive, Slipknot dan Rage against the Machine, sedangkan sebagian lainnya hanya duduk diam.

"Kami justru berniat menguji hipotesis bahwa metal dan musik ekstrem lainnya membikin orang marah, tetapi nyatanya orang yang memilih dan mendengarkan musik metal merasa lebih terinspirasi dan lebih aktif sebab emosi positif mereka muncul," ungkap peneliti.


Studi terakhir yang dipublikasikan dalam Journal of Community Psychology pada bulan Januari 2018 juga menyimpulkan bahwa 'metal menolong partisipan untuk bersi kukuh dari tekanan lingkungan dan membangun bukti diri dan komunitas yang kuat dan sustainale, yang bakal mencegah munculnya potensi-potensi persoalan kesehatan mental'.

Kesimpulan ini diperoleh seusai peneliti Paula Rowe dan Bernard Guerin dari University of South Australia meperbuat wawancara informal dengan 28 orang berumur 18-24 tahun.

"Bahkan tak sedikit dari mereka sukses bersi kukuh dari tantangan-tantangan yang timbul di masa remaja seperti berada dalam situasi keluarga yang susah, bullying dan kesendirian, dengan mekegunaaankan genre musik ini," tambahnya.

Sebab dengan musik metal itu mereka merasa dapat 'menjauhkan diri dari tukang bully' dan menemukan kelompok alias kawan lain yang menyukai genre musik yang sama.


Sumber : harianhealth
Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger