Home » , , , , , » Hampir Mau Diakuisisi, Muamalat Ditinggal Minna Padi

Hampir Mau Diakuisisi, Muamalat Ditinggal Minna Padi

Written By admin on Kamis, 22 Februari 2018 | Februari 22, 2018


harian365.com - Hampir Mau Diakuisisi, Muamalat Ditinggal Minna Padi - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tahun lalu berencana cari suntikan modal. PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk maju untuk mengucurkan modal melewati skema rights issue alias penerbitan saham baru. 

Pada 27 September 2017 manajemen Minna Padi memkabarhukan perjanjian pengambilalihan saham Bank Muamalat. Saat itu PADI bertindak sebagai standby buyer alias pembeli siaga dalam rangka penerbitan saham baru melewati skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue.

Kualitas transaksi untuk akuisisi proses HMETD itu sebesar Rp 4,5 triliun. Jumlah saham Bank Muamalat yang bakal dimiliki oleh PADI setidak lebih-tidak lebihnya 51% dari seluruh modal yang ditempatkan serta disetor oleh Bank Muamalat. 

Sebelumnya Direktur Bisnis Ritel Bank Muamalat Purnomo B Soetadi dalam keterangannya membahas, penambahan modal berfungsi dengan masuknya investor baru bisa mendorong kinerja, menambah size bisnis serta mengembangkan usaha Bank Muamalat.


Tetapi rencana tinggal rencana, Minna Padi akhirnya gagal meperbuat rights issue untuk pencaplokan saham bank syariah pertama di Indonesia ini. Minna Padi terganjal perjanjian jual beli bersyarat alias conditional bagikan subscription agreement (CSSA) per 31 Desember 2017 yang membikin perseroan batal memegang HMETD atas saham yang bakal diterbitkan oleh Bank Muamalat.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengaku belum memperoleh update info dari pemegang saham pengendali Bank Muamalat terkait niatan PADI sebagai calon investor. 

"Yang ngomong batal itu siapa sih? Enggak ada pemegang saham pengendali yang datang ke kami (mengaku batal). Pemegang saham pengendali belum kirim surat ke OJK kalau itu batal," ucap Wimboh di kantornya, (15/2/2018) lalu.

Terkait hidup sertaa PADI yang ada di rekening escrow account sebesar Rp 1,7 triliun yang awalnya dipakai sebagai tahap rencana akuisisi, Wimboh enggan membahas. Dirinya menyebut, pihak manapun yang tertarik kepemilikan saham Bank Muamalat bisa langsung berkata terhadap pemegang saham pengendali, selain berkoar di publik.



Sumber : harianhot
Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger