Home » , , , , , , , , , , , , , » Bakso Cendana : Ini Gurih Nikmatnya Bakso Favorit Keluarga Cendana

Bakso Cendana : Ini Gurih Nikmatnya Bakso Favorit Keluarga Cendana

Written By admin on Kamis, 22 Februari 2018 | Februari 22, 2018


harian365.com - Bakso Cendana : Ini Gurih Nikmatnya Bakso Favorit Keluarga Cendana - Mencari pedagang bakso di Jakarta bukanlah faktor yang susah. Tapi apabila mencari yang legendaris sekaligus favoritnya keluarga Cendana, ada di sini.

Nama Bakso Cendana disematkan sebab sesuai dengan nama jalan tempatnya berjualan dahulu, Jalan Cendana, Jakarta Pusat. Pak Andi merupakan sosok di balik kenikmatan semangkuk bakso yang melegenda ini. 

Pak Andi telah berjualan sejak 1965 dan konon beritanya, bakso ini langganan keluarga Cendana atau keluarga mendiang Presiden Soeharto. Kita ingin membuktikan kelezatannya.


Dahulu gerobak sederhana milik Pak Andi 'terparkir' di pinggir jalan Cendana, saat ini lokasinya telah berubah. Sejak ada penertiban pedagang dilarang jualan di trotoar, Pak Andi pindah jualan. Saat ini berada di salah satu halaman rumah tua milik Tommy Soeharto, putra bungsu almarhum Presiden Soeharto.

Lokasinya agak menjorok ke dalam rumah dan tak terkesan sebab tertutup psupaya tembok, jadi saat melintas Jalan Cendana kita wajib akurat memperhatikan tahap kiri jalan. 

Halaman rumah tua ini lumayan luas jadi dapat disulap jadi tempat jualan dengan kursi dan meja makan sederhana khas penjual bakso. Area halaman juga dapat menjadi lahan parkir mobil maupun motor. 


Tak menantikan lama, kita langsung memesan semangkuk bakso yang dibanderol dengan harga Rp 20.000. Pak Andi sendiri yang melayani, meracik bakso dengan cekatan. 

Tidak hingga lima menit, bakso telah tersaji hangat di depan kami, lengkap dengan kepulan asap tipis yang mengeluarkan bau gurih kaldu sapi. 

Kami agak terkejut dengan porsi baksonya, jauh tak sama dengan porsi bakso biasa. Untuk bakso Cendana ini dapat dikategorikan dalam porsi jumbo.

Mie kuning, bihun, tauge dan iriisan sawi menjadi pelengkap bakso yang disaapabilan dalam mangkuk sebelum disiram kuah dan baksonya. Sementara baksonya, ada sebutir bakso telur, enam butir bakso kecil dan sepotong tahu goreng. 

Taburannya, irisan daun seledri dan bawang goreng yang berlimpah. Eiits, ada satu lagi ciri khas bakso ini. Sebagai penambah rasa, Pak Andi meningkatkankan sesendok bawang putih cincang halus yang digoreng kering. 


Tak sabar, kali langsung menyambar sendok dan garpu untuk segera menjajal rasanya. Kuah kaldunya teras gurih berbumbu dengan konsistensi yang agak kental dan keruh, bukan kuah kaldu bening. 

Agaknya pak Andi menggunakan kaldu daging bukan kaldu tulang. Makanya rasa pekat gurih daging terasa kuat. Ditambah jejak bawang putih goreng yang wangi. Enak!


Makan bakso tanpa sambal pastilah tak lebih mantap, makanya kita meningkatkankan sambal dan rasanya makin nendang. Kita juga membubuhkan sedikit kecap manis. Tentunya semua kondimen ini dapat diracik sesuai selera. 

Saatnya mencicip jagoannya yakni si bola daging atau baksonya. Bakso Cendana ini punya desain yang kasar dan tampak berurat tetapi saat dimakan, teksturnya empuk dan juicy.

Dari teksturnya ini kita menebak, komposisi daging lebih tak sedikit dibandingkan jumlah pemakaian tepungnya. Usut punya usut nyatanya Pak Andi menghabiskan 20 kilogram daging dalam sehari. Wow!

Bagi penyuka bakso lembut, Bakso Cendana ini dapat jadi destinasi kuliner. Apalagi apabila kapasitas perutnya lumayan besar, dijamin makan bakso ini bakal kenyang. Tak tak sedikit varian baksonya, Pak Andi hanya menyediakan satu varian bakso saja.

Sambil makan, kita memperhatikan para pelanggan lainnya. Ada wartawan berseragam, pria-pria paruh baya dengan kemeja rapi, tetapi ada juga pegawai pemerintahan yang berkantor di kurang lebih Menteng. 

Pak Andi sedikit share cerita pada kami, dahulu saat almarhum Pak Harto tetap menjabat sebagai Presiden, omzetnya dapat melonjak tajam. Tak sama jauh dengan saat ini. 


Dulu anak-anaknya tak jarang pesan bakso ke saya langsung, buat agenda di rumah," kata Pak Andi. Kita menonton raut kecewa di wajah Pak Andi saat mengenang masa kejayaan baksonya.

Meskipun tak seramai dulu, tapi pembelinya tetap lumayan tak sedikit. "Yang beli dari jauh-jauh sengaja ke sini, biasanya telah langganan. Dari Bimantara, BAPPEDA," lanjut Pak Andi.

O,ya jangan salah, Pak Andi ini telah dianggap keluarga oleh keluarga Cendana. Pak Andi bukan hanya diberi izin tinggal dan berjualan di area rumah milik keluarga Cendana. Ia bahkan sempat diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. 

Saking telah lama jadi langganan, Pak Andi bahkan telah hafal lho selera baksonya Almarhum Pak Harto. "Kalau bapak (Pak Harto) sukanya pakai bihun saja, enggak pakai mie kuning. Itu favoritnya," pungkas pria yang berjualan sejak bujangan hingga mempunyai 10 cucu kini ini. 

Bakso Cendana 
Jl. Cendana No.9, RT.2/RW.1, Gondangdia, Menteng
Jakarta Pusat


Sumber : harianfood
Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger