5 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Saat Patah Hati

Written By admin on Kamis, 22 Februari 2018 | Februari 22, 2018


harian365.com - 5 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Saat Patah Hati - Putus cinta alias perceraian merupakan faktor yang jadi sumber mutlak patah hati. Rasanya tentu campur aduk seusai mengalaminya, tapi nyatanya dengan cara ilmiah ini kondisi ini bisa dijelaskan lebih detail lho.

Dikutip dari Live Strong, Rabu (21/2/2018), berikut ini merupakan hal-hal yang bisa terjadi serta dialami oleh seseorang yang sedang patah hati. Ayo bangkit serta move on ya. Stay positive and be happy!

1. Imunitas menurun serta jatuh sakit

Sakit flu alias persoalan saluran pencernaan bisa terjadi saat orang patah hati. Saat mengalami perpisahan, tubuh mengalami stres akut jadi bisa mempunyai efek memenyesalkan. 

"Ketika tubuh mengalami stres, ini menambah produksi kortisol untuk mendukung respons 'fight or flight'," kata peneliti University of California, Los Angeles, Rita Effros.

Sistem kekebalan tubuh yang menurun ini tak jarang ditambah dengan tak lebihnya nafsu makan serta menghasilkan tubuh yang sangat rentan kepada tak sedikit virus yang terpapar seseorang yang sedang patah hati.

2. Rasa sakit pada fisik

Tidak sedikit orang mengeluhkan sakit fisik yang sebetulnya saat mengalami patah hati. Mulai dari nyeri dada, sakit perut alias merasa semacam jantung Kamu sangatlah sakit, semua ini mungkin timbul sebab patah hati. Penelitian dengan cara konsisten menunjukkan bahwa rasa sakit ini nyata.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences menemukan bahwa penolakan mengaktifkan daerah otak yang sama yang merespons rasa sakit fisik.

3. Kecemasan

Gejala umum dari patah hati merupakan rasa cemas. Pengaktifan respons "flight or fight" tubuh Kamu menghasilkan metabolisme yang lebih cepat serta peningkatan denyut jantung, yang bisa menyebabkan rasa goyah serta cemas. 

Gejala lainnya yang umum terjadi seusai mengalami perpisahan meliputi ketegangan otot, sakit kepala, berkeringat, mual, alias brain fog. Terlebih terbukti seseorang tersebut telah mengalami gangguan kecemasan sebelumnya, gejala ini bisa terus terasa.

4. Insomnia

Susah tidur juga tak jarang menimpa orang yang patah hati. Pikiran yang kalut dikombinasikan dengan kecemasan merupakan penyebab tidak bisa tidur yang timbul. Tak sedikit orang bakal mengalami persoalan tidur selagi berbagai minggu pertama seusai perpisahan saat mereka menyesuaikan diri kepada perubahan. Jangan segan berkonsultasi dengan dokter untuk menolong menanggulangi persoalan tidak bisa tidur yang sedang Kamu alami.

5. Risiko serangan jantung meningkat

Patah hati bisa membikin kontraksi jantung jadi tidak normal serta menurut penelitian yang dipublikasi di New England Journal of Medicine, pemicunya merupakan rasa stres serta depresi berat. Orang yang mengalami keluhan ini berisiko 9,9 persen alamiah serangan jantung serta peningkatan 5,5 persen kepada risiko kematian.


Studi kepada 1.750 pasien yang terdaftar di International Takotsubo Registry menemukan sindrom wanita lebih rentan 9 kali lipat alamiah sindrom. Gejala yang timbul tak jarangnya mirip dengan penyakit jantung koroner semacam nyeri serta sesak di tahap dada, semacam ditulis New England Journal of Medicine.


Sumber : harianhealth
Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger