Home » , , , , , , » Razia Penunggak Pajak, Samsat Tak Temui Pemilik Lamborghini-Ferrari

Razia Penunggak Pajak, Samsat Tak Temui Pemilik Lamborghini-Ferrari

Written By admin on Sabtu, 20 Januari 2018 | Januari 20, 2018


harian365.com - Samsat Jakarta Barat (Jakbar) meperbuat razia kendaraan mewah langsung ke alamat pemilik yang tercatat. Dari razia tersebut, Samsat Jakbar tak menemukan kendaraan mewah yang disasar, mulai dari Lamborghini sampai Ferrari.

"Alhamdulillah kali ini dua harus pajak yang kami datangi ya. Hasilnya menurut kami negatif, namun bukan menurut kami hasilnya jelek. Namun keren untuk akurasi data kita," kata Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB BBNKB) Jakarta Barat Elling Hartono di Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (20/1/2018).

Elling beramanat terhadap warga yang berpindah alamat alias menjual kendaraan mewahnya untuk melapor pada ke kantor Samsat. Menurutnya, dirinya bakal semakin menggalakkan razia serupa untuk menegakkan disiplin pemilik kendaraan mewah.

"Makanya kami berharap kendaraan yang KTP nya itu untuk datang ke kantor Samsat Jakarta Barat untuk dilaporkan jika telah dipasarkan. Tapi kalau tetap dimiliki tolong dibayar pajaknya," terangnya.

Elling sebelumnya telah mendatangi dua lokasi harus pajak. Pada razia pertama di Jalan Pulau Kelapa, Jakarta Barat, pemilik rumah mengaku tak mengenal mobil Lamborghini yang dilaporkan menunggak pajak.

Sementara, pada alamat harus pajak kedua dengan mobil Ferrari bernomor polisi B 1 RED yang sempat diposting oleh Bambang Soesatyo (Bamsoet) di akun Instagramnya, dimiliki oleh warga Kebon Jeruk bernama Andi Firmansyah. Saat disambangi di lokasi, alamat yang tertera di data Samsat Jakbar menunjukkan pemilik Ferrari tinggal di gang kecil di Jalan Kebun Jeruk Raya, Palmerah, Jakarta Barat. 


Elling berbicara bakal berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindak faktor tersebut. Dirinya meminta polisi untuk menilang kendaraan tersebut bila ditemukan berada di jalan raya.

"Nanti kami bakal tindaklanjuti dengan kepolisian bahwa data nomor tersebut dilaporkan untuk ditindaklanjuti pada saat razia untuk ditindak alias ditilang," jelasnya.

Elling berbicara data yang ada pada samsat adalah data tentu dimiliki harus pajak saat pertama kali mendaftarkan kendaraannya. Dirinya mengimbau warga yang telah menjual kendaraanya untuk segera melapor.

"Jadi data yang ada di samsat pasti, semua itu perubahan data diperbuat harus pajak. Sehingga kalau harus pajak telah menjual saya sarankan laporkan di kantor samsat agar database-nya telah tak dimiliki kembali," paparnya. 



Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger