Home » , , , , , , , , , , » Mau Pacu Adrenalin? Coba Jalur Off-road Pegunungan Maros Ini

Mau Pacu Adrenalin? Coba Jalur Off-road Pegunungan Maros Ini

Written By admin on Sabtu, 20 Januari 2018 | Januari 20, 2018


harian365.com - Bagi traveler penggemar wisata ekstrim, berbagai lokasi pegunungan di Maros, Sulawesi Selatan ini harus dikunjungi saat off-road. Dijamin, adrenalin Kamu bakal terpacu saat melewatinya. 

Dengan memakai mobil off-road alias motor cross, traveler bakal 'menantang maut' di lintasan bebatuan cadas serta ajaran sungai yang deras. 
Jalur pertama, ada di kecamatan Camba, cocoknya di Desa Baji Pammai menuju lokasi wisata perbukitan puncak Kenari. Walau jalur ini terbilang pendek, tetapi sangat menantang. 

"Start awal, kami melintasi sungai dulu, lalu masuk ke jalur lembah perbukitan Kenari. Di situ kami bakal menanjak semakin dengan jalur bebatuan serta lumpur," kata ketua Tomaru Jeep, Andi Aco. 

Jalur ini dipilih sebagai salah satu tempat vaforit sebab bisa ditempuh dalam satu hari saja. Saat berada di puncak, peluh berkendara bakal hilang dengan pemandangan alam yang memukau di puncak bukti Kenari. 

"Serunya, sebab puncak lintasan ini merupakan bukit wisata. Ada bukit Kenari, Maddinra serta bukit pembuangan jomblo," sebutnya. 


Nah untuk jalur yang panjang, traveler bisa memilih jalur dari kecamatan Tompobulu menuju Malino, Kabupaten Gowa. Jalur ini juga tak kalah cadasnya dengan jalur yang ada di Camba. 

Di sepanjang lintasan, traveler bakal dibangun terpukau dengan pemandangan alam yang tetap sangat asri. Bahkan, berbagai air terjun juga bisa disinggahi untuk mandi alias beristirahat. 

"Di jalur ini ada berbagai air terjun yang kami bisa singgahi. Semuanya tetap sangat alamiah sebab belum tergolong objek wisata. Lintasan ini ditempuh bisa sehari semalam," paparnya. 


Jalur ini terbukti dipakai oleh warga lokal sebagai jalan masuk yang dilalui dengan berlangsung kaki. Jalur tanjakannya yang sangat terjal, terkadang membikin mobil serta motor terpaksa diderek. 

Selain itu, berbagai ajaran sungai juga harus dilalui. Apabila musim hujan semacam ini, air sungai sangat deras sampai sangat susah dilalui. Perlu kepandaian khusus supaya kendaraan yang dibawa bisa melintas dengan selamat. 


"Apabila kami tak lihai, yah bisa terseret arus yang deras. Makanya perlu kehati-hatian serta skil khusus menyebrangi sungai itu," ujarnya. 

Di ujung jalur ini, traveler telah berada di wilayah Malino, kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Di sini perjalanan bisa dilanjutkan ke arah kaki gunung Bawa Karaeng, salah satu gunung paling atas di Pulau Sulawesi. 



Sumber : harhiantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger