Home » , , , , , , , , , » Jarak Antarkursi di Tribune Istora Terlalu Sempit, Ini Alasannya

Jarak Antarkursi di Tribune Istora Terlalu Sempit, Ini Alasannya

Written By admin on Sabtu, 20 Januari 2018 | Januari 20, 2018


harian365.com - Jarak kursi tribune di Istora Senayan dikualitas terlalu sempit. Pengelola beralasan faktor itu sebagai bentuk edukasi penonton. 

Menjelang Asian Games 2018, PPK GBK bersama Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat berupaya mengembalikan keaslian Istora. Bangunan tambahan dibangun terpisah dari Istora dengan tampilan berbentuk U satu lantai. 

Kendati kembali ke gaya asli, Istora bakal didukung oleh fasilitas terkini. Kebaruan itu bakal terasa pada tribune penonton dengan single seat, ruang ganti pemain, toilet untuk penonton, rangka jendela, tirai elektronik, daya lampu, serta teknologi yang dimiliki. 

Tetapi, khusus kursi ada sedikit kendala lantaran jarak antara kursi satu dengan yang lainnya benar-benar sempit jadi alur keluar masuk penonton ketika pertandingan berjalan dapat terganggu.

Menanggapi itu, pihak pengelola berbicara telah mengaturnya sesuai peruntukannya. Demikian semacam yang disampaikan oleh Manajer pertandingan Indonesia Masters, Basri Yusuf. 

Indonesia Masters merupakan event pertama di Istora seusai direnovasi. Turnamen bulutangkis ini bakal digelar pada 23-28 Januari 2018.

Basri, yang meninjau Istora dengan cara langsung terkait persiapan Indonesia Masters 2018, pernah menanyakan terhadap pihak pengelola terkait komplain soal kursi-kursi tersebut. 


Kursi terbukti ditampilan demikian. Sebetulnya bukan jaraknya sempit, tetapi ketika penonton masuk serta melalui penonton lain yang telah duduk, maka sebaiknya penonton lain berdiri supaya alurnya lancar. Itu pula kenapa kursinya dibangun semacam kursi lipat, supaya ketika ada penonton yang masuk dapat lewat di depannya," Basri membahas. 

Selain kursi tribune, sebetulnya ada catatan lain. Semacam yang terpantau harianSport, tetap ada fasilitas yang tak bermanfaat sempurna. Umpama westafel di toilet pria yang mampet, kemudian air yang tetap mengeluarkan aroma material. 


Sementara itu, fasilitas dispenser air minum langsung belum dapat dipakai lantaran belum ada sertifikatnya.

"Untuk air minum langsung kita terbukti tak mengizinkan atlet minum sebab itu belum ada sertifikatnya. Jadi saya minta ditutup," kata Asisten Deputi Turnamen Manajer Indonesia Masters, Mimi Irawan.



Sumber : detiksport

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger