Home » , , , , , , , , » Cerita Sukses Guru SD Mendorong Pola Makan Sehat di Lingkungannya

Cerita Sukses Guru SD Mendorong Pola Makan Sehat di Lingkungannya

Written By admin on Sabtu, 20 Januari 2018 | Januari 20, 2018


harian365.com - Doug Schmidt sempat mengalami serangan jantung yang hampir merenggut nyawanya. Tetapi guru suatu  SD di Rochester, New York itu tak menyadari apa penyebabnya.

"Waktu itu bobot saya mencapai 102 kg. Saya pikir saya semacam rata-rata orang Amerika paruh baya lainnya," kata Doug.

Insiden itu terjadi 10 tahun lalu saat usia Doug 49 tahun. Setahun kemudian, serangan jantung itu terjadi lagi.

Seusai itu ia memutuskan untuk berubah, dengan tutorial merubah pola makannya menjadi makanan yang berbasis sayur-sayuran (plant-based diet).

Pola makan ini terdiri atas 'buah, sayuran, gandum, biji-bijian, kacang-kacangan, dan rempah-rempah yang diproses dengan cara minimal dan mengesampingkan seluruh produk hewani semacam daging merah, unggas, ikan, telur dan produk susu'.

Dalam kurun tiga tahun, saat Doug mengaku makanannya telah berubah menjadi berbasis sayuran sepenuhnya. Berkah itu, bobotnya telah turun sampai 27 kg.

Saat ini ia sama sekali tak makan makanan olahan, memakai gula alias minyak. Ia bahkan bisa berhenti minum obat yang diresepkan dokter untuk jantungnya.

"Obatnya ada pada makanan yang saya makan dan tubuh saya menyukainya," tandasnya terhadap ABC News.

Kemajuan hebat yang dialami Doug pun hebat perhatian koleganya. Dua tahun lalu, Doug menginspirasi kawan-kawannya untuk merubah pola makan selagi 10 hari. Saat itu tantangan ini diikuti oleh 30 orang.


Tahun berikutnya, tantangan yang sama berhasil hebat perhatian peserta setidak sedikit 65 orang. Siapa sangka keberhasilan itu akhirnya mendorong program yang disebut '10-Day Jumpstart Your Health Challenge' itu yang diterapkan di 35 distips sekolah dengan peserta mencapai 1.300 orang.


Rick Amundson, pengawas dan konsultan kesehatan dari Finger Lakes Area School Health Plan mengaku menerima permintaan dari beberapa sekolah supaya memberbagi dana subsidi supaya sekolah bisa menggelar agenda masak-memasak dan berpartisipasi dalam tantangan yang dipelopori Doug.

Bahkan di sekolah yang telah mengawali terlebih dahulu, mereka telah saling share resep dan perencanaan menu bersama. Mereka juga membikin website dan laman Facebook khusus untuk memberbagi dukungan bagi siapapun yang ikut dan.

"Ini nampaknya membuka mata tak sedikit orang dan terjadi perubahan dramatis dalam kurun waktu yang pendek," kata Rick.


Doug sendiri mengaku tetap susah mempercayai pencapaian yang dibuatnya. "Ini sungguh susah dipercaya," tegasnya.

Tetapi kegunaaan pola makan itu bagi Doug diakuinya terbukti luar biasa. Di usianya yang menginjak 59 tahun, Doug justru merasa semacam berusia 20 alias 30 tahun lagi.

"Satu-satunya penyesalan saya merupakan saya berharap saya meperbuatnya sejak 10 tahun lalu," pungkasnya.



Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger