Home » , , , , , , , , , , » Mimpi Besar Maria, Si Debutan Asian Para Games 2018

Mimpi Besar Maria, Si Debutan Asian Para Games 2018

Written By admin on Sabtu, 23 Desember 2017 | Desember 23, 2017


harian365.com - Atlet paralimpik Maria Goreti Samiyati mempunyai andalan di Asian Para Games 2018. Dirinya berharap menyumbang medali, syukur-syukur bisa emas untuk Indonesia. 

Hal itu diungkapkan Amy, panggilan karib Maria Goreti Samiyati, di sela-sela kegiatan sosialisasi Asian Para Games 2018 di pusat perbelanjaan Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2017). 

Amy terpilih mewakili Indonesia di Asian Para Games seusai lolos seleksi di Kejuaraan Nasional Paralimpik di Bandung, Oktober lalu. Dirinya meraih tiga medali emas pada tiga nomor balap kursi roda 100 meter, 200 meter, serta 400 meter. 

"Ini baru pertama kali saya masuk pelatnas. Sebelumnya saya pernah dipanggil untuk seleksi pelatnas ASEAN Para Games 2017 Malaysia, tapi sebab saya pulang kampung, kemudian telat, akhirnya gagal. Ya mungkin belum rezekinya. Tetapi kini saya bisa memperolehnya untuk Asian Para Games," kata Amy, saat berbincang-bincang dengan hariansport.

Meski baru pertama kali serta langsung terjun di level Asia, tidak membikin Amy minder. Selagi ini, dirinya rutin meperbuat latihan di GOR Rawamangun untuk mengasah kekuatannya. 

"Mulai latihan pelatnas di NPC Solo awal Januari 2018 sebab saya ingin memperingati hari Natal dulu, seusai itu kembali ke Solo untuk fokus latihan di sana bersama kawan-kawan," kata Amy. 

"Yang penting saya di Jakarta tetap tetap latihan bersama pelatih serta semakin menambah power saya. Sehingga fitnesnya di Universitas Negeri Jakarta, sementara latihan sprintnya di GOR Rawamangun," ungkap dirinya kemudian. 

Dulu Minder, Saat ini Terbuka

Jalan yang ditempuh Amy untuk menjadi atlet pelatnas Asian Para Games terbukti tidak mudah. Dirinya wajib melawan keterpurukannya untuk berani menghadapi kenyataan. 

Ia mengalami kecelakaan tertabrak kereta, yang mengdampakkan kehilangan sebagian dari kaki kanannya. Saat itu, Amy tetap duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. 

"Awalnya saya begitu depresi. Saya tidak terima kenyataan bahkan hingga pernah ingin bunuh diri. ya, namanya anak kecil bisa kenyataan semacam itu tentu tidak terima mbak," Amy berkisah. 

"Orang tua pun saat itu tidak tahu wajib mengatakan semacam apa untuk menenangkan saya kecuali menangis serta berdoa. Mereka rutin mendukung saya untuk semakin bangkit dari kenyataan."

Maka itu, hampir 3 hingga empat tahun di rumah, Amy kemudian dibawa ke Yayasan Sinar Pelangi. Dirinya sana dirinya berkumpul dengan penyandang disabilitas lainnya. Selagi 5 hingga 6 tahun, perempuan berumur 29 tahun itu meperbuat kegiatan jahit menjahit, tetapi faktor itu tidak merubah tidak sedikit nasibnya. Amy tetap minder. 

"Ya mungkin sebab kawan saya begitu semua serta lingkungan saya itu-itu saja. Tapi kemudian saya berjumpa dengan atlet kursi roda. Dirinya bilang, badan saya tetap segar makanya disuruh datang untuk menjadi atlet di Jakarta. Awalnya saya pernah tertawa sebab masa mungkin sehingga atlet tenis lapangan dengan kondisi ini," katanya. 

"Tetapi saat berjumpa Bapak Welly (Ketua NPC DKI Jakarta) saya diajukan untuk ikut balap kursi roda sebab pesaingnya sedikit. Sejak itu saya mulai sedikit terbuka. Itu pun saat 2014 tidak langsung latihan, mengetahui kantornya dulu, NPC semacam apa. Seusai 3 hingga 4 bulan saya ikut latihan dengan kursi roda serta itu jatuh bangun sebab biasa pakai kaki palsu serta tongkat sehingga tetap mencang-menceng saat mengayuh," dirinya membeberkan. 


Hasil itu membikin Amy memberbagi kejutan di Kejurnas 2015 yang berjalan di Solo. Dirinya menjadi yang paling baik dengan merebut tiga medali emas serta mengalahkan para seniornya. Tetapi sebab catatan waktunya tetap jauh, NPC yang saat itu menggelar seleksi untuk ASEAN Para Games 2015 Singapura tidak meloloskannya dalam seleksi. 

"Catatan waktu saya saat itu 26 detik nomor 100 meter. Tetap jauh. Akhirnya saya ikut Papernas 2017 Jawa Barat. Di sana mendapat 1 emas (100 meter) serta dua perunggu (200 serta 400 meter). Kemudian ikut kejurnas di Bandung bisa 3 emas," ujarnya. 

"Tapi semenjak dari Kejurnas itu serta bisa medali saya menjadi terbuka. Itu menjadi modal saya, yang tadinya saya menunduk jalan kini tegak. Itu titik balik saya menjadi semacam sekarang," katanya. 

Berhasil di level nasional, membikin Amy penasaran untuk level internasional. Kebetulan dirinya diminta untuk langsung menjajal ke multievent yang lebih tinggi, yaitu Asian Para Games 2018 Jakarta. 

"Nasional telah, tinggal di Asia saya ingin mendapat medali emas. Kata pelatih meraih emas lumayan jauh tetapi saya berusaha yang paling baik. Saat ini catatan waktu saya 18 detik di nomor 100 meter, tetap wajib lebih cepat dua detik sebab yang Asia katanya 16 detik. Saya harap saya bisa serta saya mau berjuang untuk itu. Saya bakal berusaha yang paling baik," dirinya berharap.

Prestasi Maria Goreti Samiyati: 

Peraih tiga medali emas Kejurnas Paralimpik Solo 2015 
Peraih 1 medali emas, dua perunggu di Papernas 2016 Jawa Barat 
Peraih tiga medali emas Kejurnas Paralimpik Bandung 2017



Sumber : hariansport

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger