Home » , , , , , , , , , » Hoax tentang Makanan yang Ramaikan 2017

Hoax tentang Makanan yang Ramaikan 2017

Written By admin on Sabtu, 23 Desember 2017 | Desember 23, 2017


harian365.com - Perut terasa lapar pasti yang dicari adalah makanan. Makanan diinginkan sanggup membikin perut terasa kenyang. Kadang saat terasa lapar sekali makanan apa saja langsung dilahap. Meskipun tidak sedikit artikel pengingat kesehatan mengenai makan sembarangan bakal terkena sebuahpenyakit, tidak semua orang menghiraukannya. Tidak hanya makan menjadi keperluan pokok manusia, sumber energi juga didapatkan, serta kesehatan ikut menjadi terjaga dengan makanan tertentu.

Sayangnya info mengenai makanan tidak hanya rutin positif. Info tersebut bisa menjadi negatif, ditambah dengan kehadiran info hoax alias info bohong. Pasti saja faktor ini memicu masyarakat menjadi heboh sebab berkaitan dengan makanan. Alhasil manusia menjadi sangat berhati-hati dalam memilah makanan. 

Apalagi di era tanpa batas ini metode share info sangat mudah sekali. Si pembagi info tersebut tanpa berpikir panjang mengenai info yang diberikan apakah hoax alias tidak. Di sepanjang tahun 2017 nyatanya ada beberapa info mengenai makanan berbahaya yang pada kenyataannya hoax. Dari mulai kegunaaan bawang putih yang agak dilebih-lebihkan, hingga coklat yang disebut-sebut bisa merusak kondisi kesehatan kita.

Dirangkum harianHealth dari beberapa sumber, berikut berita hoax mengenai makanan sepanjang 2017.


1. Bawang putih mengusir kanker

Bumbu dapur yang satu ini pastinya tidak asing dalam jangkauan kita. Sehari-hari pasti kami menemukan wujud dari salah satu penyedap rasa masakan ini. Beberapa waktu lalu, beredar berita dalam video yang menunjukan benda lembek berwarna hitam yang disebut-sebut sebagai sel kanker. Benda tersebut bisa menjauh ketika ditemukan dengan potongan bawang putih, sedangkan saat ditempatkan bersama potongan emas, benda lembek berwarna hitam tersebut malah mendekat. 

Apabila menonton sekilas video tersebut yang memberbagi kesimpulan bawang putih bisa mencegah kanker. Pasti kami berminat mencobanya untuk menempatkan tidak sedikit bawang putih di tubuh. Tetapi, para ahli pun mengklarifikasi kalau video tersebut adalah hoax, sebab benda lembek berwarna hitam itu belum pasti sel kanker. Lagipula sel apapun tidak bakal nasib di luar tubuh manusia kecuali apabila sel tersebut dibiakkan di media tertentu.

Sel kanker nasib itu berwarna putih abu-abu kadang merah, yang kehitaman kanker kulit melanoma. Tipe kanker dengan kanker lainnya telah tidak sama sifatnya jadi obatnya pun tidak sama. 


2. Mi instan Vs obat luka

Mendengar kata mi pastinya tidak asing di lidah kita, ya mi adalah makanan yang tidak jarang dijumpai dalam setiap makanan. Bahkan ada yang memakan mi hingga setiap hari sebab dikenal dengan kepraktisannya. Praktis, mudah, serta terjangkau mungkin predikat yang tepat disandang mi instan. Tetapi, ada unggahan video eksperimen menunjukkan mi instan yang berubah warna saat dicampur larutan obat luka. 

Di video tersebut membuktikan mi instan mempunyai karbohidrat yang tinggi jadi tidak baik untuk kesehatan yang bisa memicu diabetes hingga risiko kanker.

Padahal mi instan terbukti berubah warna ketika dicelup ke dalam air yang telah dicampur obat luka. Perubahan warna terjadi sebab larutan iodine bereaksi kepada kandungan amilum alias pati yang ada pada mi. Terus biru kehitaman warna yang dihasilkan berarti terus tinggi kandungan patinya. Pasti saja mi instan bukanlah faktor yang ditakuti untuk dimakan asal ada batasannya.


3. Permen susu mengandung narkoba

Mengonsumsi permen terbukti terasa enak sekali. Dari kecil hingga dewasa pasti sebagian tetap mengonsumsi permen. Apalagi permen susu pasti saja digandrungi sebab rasanya yang manis. Tetapi, terdengar berita kalau permen tersebut mengandung zat adiktif yang bakal membikin rasa melayang.

Sebuah artikel facebook menuliskan ada seorang anak di Banyumas yang mengonsumsi permen susu seusai itu tubuh anak tersebut serasa melayang serta tidak mau makan selagi tiga hari. Mendengar faktor ini, BPOM pun telah menginvestigasi mengenai permen susu yang dikonsumsinya. Nyatanya yang memakan permen susu ada lima orang bocah. Tetapi hanya satu orang yang mengalami kondisi tersebut. Selanjutnya diketahui bahwa anak tersebut sakit demam serta diberi obat penurun panas yang mengandung Ibuprofen. Jadi anak tersebut merasa melayang bukan sebab permen susu.

BPOM pun menegaskan bahwa sebuahproduk yang telah lulus dari BPOM telah pasti aman dikonsumsi. Sebab untuk lulus dari sertifikasi BPOM itu susah.


4. Seblak merusak usus

Makanan yang satu ini pastinya mengunggah selera untuk dimakan. Apalagi saat hujan, pasti saja seblak terasa melezatkan. Makanan khas dari suku Sunda ini populer bisa menghangatkan tubuh. Tetapi, timbul permasalahan tidak mengenakkan mengenai seblak. Sejak adanya artikel facebook seorang bunda yang memposting anaknya bernama Salma yang sakit usus buntu sebab makan seblak.

Dari artikel tersebut, Salma dikira terkena usus buntu dampak kerupuk seblak yang tidak lebih matang. Dokter Kevin William dari RS Permata Depok meyakini bahwa bocah itu sakit bukan sebab kerupuk seblak yang kenyal tapi sebab kebersihan dari makanan tersebut. Ahli tersebut juga mengingatkan apabila mengolah makanan wajib dengan bersih, supaya bakteri dari luar tidak bisa masuk ke dalam tubuh. Tidak hanya itu gaya nasib sehat juga wajib diterapkan dalam kenasiban sehari-hari semacam tidak sedikit makan sayur serta buah supaya tidak terkena penyakit tertentu.


5. Beras membal sebab mengandung plastik

Beras adalah makanan pokok orang Indonesia. Rasanya tidak kenyang kalau tidak makan nasi, begitu pemahaman sebagian orang. Jelas, beras adalah salah satu sembako yang digandrungi masyarakat serta tidak ada menyesalnya apabila dipasarkan di pasaran. Tetapi, pasti saja warga menjadi kaget dengan adanya berita kalau ada beras plastik. Ditambah video beredar nasi yang bisa dibangun bola bisa menjadi membal, makin meningkatkan jelas kehadiran beras plastik. 

Sontak, faktor ini jadi membikin geger masyarakat. BPOM pun mengklarifikasi kalau beras tersebut bisa membentuk bola membal bukan sebab ada plastik tapi terbukti ada kandungan amilosa serta amilopektinnya jadi mudah dibentuk menjadi bola. Para ahli juga membahas tidak mungkin beras ada plastiknya, apalagi digadang-gadang ingin meraup untung. Harga plastiknya saja telah lebih mahal daripada beras. 




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger