Home » , , , , , , , , » Temuan Baru Kasus First Travel: Biayai Syahrini dan Aset Glamor

Temuan Baru Kasus First Travel: Biayai Syahrini dan Aset Glamor

Written By admin on Sabtu, 07 Oktober 2017 | Oktober 07, 2017


harian365.com - Permasalahan penipuan trio bos First Travel tinggal selangkah lagi dilimpahkan ke kejaksaan. Temuan baru yang mengejutkan satu per satu terbongkar penyidik Bareskrim. Apa saja?

Kasubdit V/Jatanwil Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Kombes Dwi Irianto menargetkan permasalahan dugaan penipuan perjalanan umrah bakal dilimpahkan pada minggu depan. Ada 83 saksi yang telah diperiksa terdiri dari mantan karyawan, agen, artis, perwakilan jemaah, dan vendor.

Tiga orang telah ditetapkan menjadi tersangka yakni pasangan suami-istri Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan dan adik Anniesa, Kiki Hasibuan. "Target kami minggu depan (pelimpahan arsip perkara). Kami kirim dulu arsip ke kejaksaan, baru kelak kami lihat lagi," sebut Dwi.

Dwi kemudian mengungkapkan sejumlah hasil temuan. Dirinya berbicara anggaran perjalanan umrah bintang film Syahrini dan keluarganya dibiayai First Travel. Anggaran perjalanan yang totalnya kurang lebih Rp 1 miliar diduga terkait dengan jasa Syahrini meng-endorse First Travel.


Syahrini kami panggil (sebab) dirinya pergi umrah sama 11 orang keluarga itu memakai First Travel. Sehingga kami tanyakan keberangkatan itu dibiayai oleh siapa? Tujuannya apa? Sebab ada berbagai keterangan dari para tersangka bahwa mereka memberangkatkan Syahrini dan keluarganya," ucap Dwi.

Dari hasil pemeriksaan, menurut Dwi, ada keterangan dari saksi yang menyebut anggaran perjalanan umrah Syahrini dan keluarganya pada Maret lalu mencapai Rp 1 miliar. Sedangkan bintang film Vicky Shu yang juga sempat diperiksa Bareskrim disebut dibiayai perjalanan umrahnya sebesar Rp 108 juta. Atas temuan itu, Syahrini maupun Vicky Shu telah membantah mereka di-endorse oleh First Travel.

Selain itu, Bareskrim Polri menyebut bos First Travel diduga memakai duit Rp 127 miliar dari dana setoran jemaah umrah untuk kepentingan pribadi, salah satunya dipakai untuk fashion show.



Jadi dana yang telah terkumpul itu kan ada 2, dipakai untuk kepentingan operasional dan pribadi. Salah satunya kepentingan pribadi itu ya itu, fashion show. (Total) untuk kepentingan pribadi, untuk sementara dari hasil (penyidikan) Rp 127 miliar," kata Dwi.

Total aset First Travel yang terlacak mencapai Rp 50 miliar. "Tidak lebih-lebih Rp 50 miliar. Tetap (ditelusuri aset lainnya, red) sebab kemarin anak buah kami tetap menelusuri aset-aset itu," kata Dwi.

Dalam peluang terpisah, Kanit I Subdit V AKBP Bambang Wijanarko mengungkapkan penyidik juga menemukan aset-aset lain yang disembunyikan trio bos First Travel.

Sedangkan dalam proses penyidikan, penyidik telah menyita sejumlah aset milik bos First Travel, tergolong busana bermerek.


Aset-aset itu ditemukan saat polisi menggeledah sejumlah rumah dalam 2 pekan yaitu rumah bos First Travel di Sentul, Bogor dan Kemang, Jakarta Selatan dan di rumah pacar Kiki Hasibuan, Esti Agustin di Tanjung Duren, Jakarta Utara.

"Jadi begini, para tersangka ini meperbuat upaya penyelamatan aset dengan tutorial menitipkan barang-barang berharga mereka ke berbagai tempat," kata Bambang.

Dia juga berkata, saat Andika-Anniesa ditahan, Kiki memindahkan barang-barang dari Rumah Bambu Kuning Kemang ke rumah Kiki di Kekerenan, lalu dipindah lagi ke berbagai tempat.

Selain itu, 3 koper dititipkan ke Esti sebelum Kiki memenuhi panggilan penyidik. Saat diperiksa polisi, Esti mengakui dititipkan koper dan juga menyerahkan tas-tas mewah yang dibelikan Anniesa dan Kiki.

"Dari Esti Agustin disita 1 buah tas Furla, 1 buah tas Gucci dan 2 buah tas LV (1 dibelikan Anniesa dan 1 dibelikan Kiki)," terangnya.


Dari 3 koper itu lalu ada 2 Hermes dan tas lainnya tergolong laptop dan puluhan jam tangan," ujarnya.

Dua tas Hermes juga ditemukan polisi saat menggeledah rumah tersangka di Sentul. Tetapi, para tersangka belum mengakui soal 3 koper itu. Polisi tetap semakin menelusuri aset First Travel yang diduga tetap disembunyikan.

"Sebab modusnya begitu maka kami meyakini tetap ada lokasi lain yang dijadikan tempat penimbunan aset berharga," tuturnya. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger