Home » , , , , , , , , , , » Pengadaan Lahan Tol Medan-Binjai Belum Rampung, Ini Arahan Jokowi

Pengadaan Lahan Tol Medan-Binjai Belum Rampung, Ini Arahan Jokowi

Written By admin on Sabtu, 14 Oktober 2017 | Oktober 14, 2017


harian365.com - Seksi 2 serta 3 dari ruas Tol Medan-Binjai yang menyambungkan Helvetia serta Binjai sepanjang 10,46 km telah dioperasionalkan. Sementara pengerjaan seksi 1 sekarang belum rampung. Bahkan pengadaan lahan seksi 1 sepanjang 6,27 km ini juga belum rampung seluruhnya, tetap mencapai 66,04%.

Berdasarkan data PT Hutama Karya yang diterima harianhot, sampai 6 Oktober 2017, progres konstruksi seksi 1 baru mencapai 20,26%, dengan panjang kilometer tersadar 1,27 km. Sementara lahan yang telah leluasa (tergolong jalan akses) sekarang baru sebesar 66,04%.

Berbagai lokasi lahan yang belum leluasa itu antara lain di Desa Tanjung Mulia (sisa 3 bidang serta direncanakan konsinyasi). Kemudian Desa Tanjung Mulia Hilir sisa 132 bidang, di mana 81 bidang sedang proses validasi, 11 bidang penyiapan arsip serta 40 bidang tetap menolak.

Hal ini juga turut menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Persoalan ini menurut dirinya wajib segera diberakhirkan lewat pendekatan yang baik. Itu pula yang menjadi alasannya kenapa dirinya kerap meninjau langsung ke lapangan.

"Inilah kenapa rutin saya kalau ke lapangan, saya tanya ada persoalan? Oh, yang ruas Kualanamu-Tebing Tinggi telah tak ada persoalan, pembebasan rampung semua. Tapi ada persoalan yang di Medan-Binjai, tetap ada persoalan dengan pembebasan lahan," kata Jokowi semacam dikutip harianhot dari website resmi Sekretariat Kabinet, Jakarta, Sabtu (14/10/2017).


Supaya ada akselerasi, Jokowi mengaku telah memerintahkan Kapolda, Kejati, Pangdam untuk ikut mendukung supaya penyelesaian dapat dipercepat, terutama dukungan dari Kanwil BPN.

"Perbuatlah pendekatan-pendekatan yang baik. Ini bukan untuk kepentingan satu orang, bukan untuk kepentingan dua orang, tapi untuk kepentingan kepentingan rakyat semuanya, dalam rangka mobilitas barang serta orang," tutur dia.

Jokowi mengingatkan, bahwa Indonesia telah tertinggal dalam infrastruktur jadi pekerjaan wajib diperbuat serba cepat. Tergolong persoalan pengadaan lahan, terus ke depan bakal terus mahal sebab tingginya harga pembebasan lahan serta konstruksi.

"Inilah pentingnya kenapa terus saya dorong, terus saya ikuti di lapangan, ada persoalan apa, ada problem apa rutin saya ikuti, sebab kami ingin semuanya dapat cepat diberakhirkan," pungkasnya.




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger