Home » , , , , , , , , , , , , » Garuda Bandung Siapkan Dokter dan Gelar Workshop Setelah Insiden Chairul Huda

Garuda Bandung Siapkan Dokter dan Gelar Workshop Setelah Insiden Chairul Huda

Written By admin on Selasa, 17 Oktober 2017 | Oktober 17, 2017


harian365.com - Insiden yang menimpa Choirul Huda menjadi pelajaran penting bagi klub-klub Indonesian Basketball League (IBL). Garuda Bandung menyiapkan dokter serta menggelar workshop. 

Kejadian yang menimpa Huda saat bertanding di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (15/10/2017) membuka mata Presiden Klub Garuda Bandung, Maulana Fareza Tamrella. Dirinya menyadari timnya tetap melalaikan tim medis di setiap latihan serta pertandingan. Dirinya juga mengakui para pemain Garuda Bandung belum sepenuhnya memahami prosedur pertolongan pertama apabila ada kecelakaan terhadap rekan satu timnya. 

Makanya, Garuda Bandung tidak bakal mengabaikannya lagi. Mereka bakal mengadakan workshop pertolongan pertama itu. 

Pertama, kejadian kiper itu terbukti membuka mata dunia olahraga khususnya di Indonesia. Sebab, apa yang terjadi Huda itu mirip dengan Fernando Torres. Terbukti wajibnya langkah pertama apabila kejadian itu terjadi merupakan wajib dibuka mulutnya, kemudian lidah korban ditarik hingga tersedak," kata Maulana terhadap hariansport Selasa (17/10/2017). 

"Namun, kemarin yang saya lihat (di video), dengan cara pribadi, ada sedikit sebelum tindakan, langsung diangkat saja. Kami lihat di youtube saja samakan dengan kejadian Torres. Tidak butuh tunggu tandu, pemain lainnya langsung buka mulut. Tidak sama dengan perlakuan ke Huda ditandu dulu, telah beku," dirinya membahas. 

"Nah, kembali ke fisioterapi. Sejauh ini, kami sedang menjalani kerjasama serta bakal kami hinggakan ke pelatihan bahwa tidakan-tindakan ini loh yang butuh diperbuat. Apabila amit-amit terjadi," ucap dia. 

Mocha, sapaan karib Maulana Fareza Tamrella, berbicara pemain serta pelatih Garuda Bandung telah diberi pemahaman pertolongan pertama. Namun, baru sebatas info dasar. 

"Ya, kalau sebelum kejadian, kami hanya memberi dasar terhadap pemain serta pelatih. Dalam arti, perbuatan pertama umpama cedera engkel. Tapi sebab ada kejadian ini, ya kami mulai tanggap serta intens memberi tahu ke pemain serta pelatih. Kami juga berencana gelar workshop serta menyiapkan dokter untuk pendampingan. Sekarang baru ada fisioterapi saja. Intinya menjadi pelajaran penting buat industri olahraga ini," dirinya membahas. 


Tak hanya terhadap lingkup Garuda Bandung, melainkan ke Liga. Kebetulan, IBL bakal kembali digelar 8 Desember. 

"Kami bakal hinggakan juga ke liga bahwa faktor ini butuh diinformasikan," kata dia.

Sementara itu, pelatih Garuda Bandung, Andre Yuwadi mekualitas pembekalan pertolongan pertama itu sangat penting, bukan hanya terhadap pelatih serta atlet, tapi juga untuk ofisial. 

"Penanganan pertama dalam kecelakaan olahraga itu terbukti wajib ada serta kami telah mengedukasi itu sejak awal bersama ofisial," kata Andre, terpisah. 

"Jadi ketika ada pemain jatuh, berbenbeturan dengan pemain lain, itu telah ada Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganannya wajib semacam apa sebab kami telah memberbagi info itu terhadap pemain," ucap dirinya kemudian. 

"Dan hampir semua tim telah mempunyai fisioterapi. Nah, fisioterapi ini pada umumnya telah tahu pertolongan pertama pada orang kecelakaan itu semacam apa. Sehingga saya pikir kalau di luar yang dapat diantisipasi terbukti kami tidak dapat bicara. Namun apabila untuk penanganan pertama cedera, untuk di Garuda serta ofisial telah tahu lah bagaimana tutorial menangani pemain pada saat cedera pertama. Apa yang butuh diperbuat," dirinya mengungkapkan. 




Sumber : hariansport

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger