Home » , , , , , , , , , » Cerita Mantan Pesepak Bola Ethan Zohn Dua Kali Berjuang Melawan Kanker

Cerita Mantan Pesepak Bola Ethan Zohn Dua Kali Berjuang Melawan Kanker

Written By admin on Rabu, 11 Oktober 2017 | Oktober 11, 2017


harian365.com - Halo nama saya Ethan," ucap seorang pria berperawakan tinggi sambil mengayunkan tangan di sela agenda Cancer Information & Support Center (CISC). Dengan senyum merekah, semua survivor yang ada di ruang tertawa bersama.

Ya, pria itu merupakan Ethan Zohn seorang mantan atlet sepakbola profesional di Afrika. Dengan gaya nasibnya yang sehat dan menjauhi rokok, pasti berita Ethan terserang kanker bagai sebuahmisteri yang tak sempat bisa dijawab.

Bermula dari tahun 2009, ketika itu Ethan mengeluhkan kulit gatal yang tak berhenti meskipun telah mencoba beberapa faktor untuk menanggulanginya.

"Tidak ada yang bisa mendiagnosa ini penyakit apa. Aku ke dokter, coba krim, tapi masih tak ada yang tahu apa yang terjadi pada diriku, " ucap Ethan di markas komunitas para penyintas kanker CISC, Rabu (11/10/2017).

Dilanda kebingungan selagi 4 bulan, akhirnya Ethan bisa mengenal apa yang terjadi padanya. Dirinya terdiagnosa hodgkin's limphoma stadium 2B. Dari rontgen ditemukan massa mediastinal sebesar 12,2 cm.


"Aku telah menjalani 12 kemo tak sama, beberapa radiasi juga. Ini merupakan masa yang sangat menakutkan dan kesepian, tubuhku sendiri melawanku. Aku tak bisa tidur alias makan. Tak ada energi, aku tak bisa tidur, rambutku rontok," cerita Ethan yang membikin suasana tiba-tiba terasa lebih sunyi.

Tapi bukan berarti Ethan menyerah begitu saja. Bahkan semangatnya berkobar dengan memutuskan untuk membotakan rambutnya sebelum dokter menyarankan untuk kemo. Menurutnya, dialah yang wajib mengatur nasibnya, bukan kanker.

Dengan saran dari dokter pada satu titik di tengah perjuangannya, Ethan meperbuat transplantasi stem cell yang bersumber dari tubuh sendiri. Usahanya pun membuahkan hasil sebab seusai itu ia sukses dinyatakan sembuh walau tak berjalan lama. Kurang lebih 20 bulan kemudian, cocoknya di tahun 2011, kanker kembali muncul.

"Ketika terkena untuk kedua kalinya, rasanya sangatlah lebih kurang baik dari sebelumnya. Kalau yang pertama terdiagnosis bisa radiasi dan kemo, kalau kini bisa apa lagi?" kata pria yang juga pemenang agenda TV Survivor Africa ini.

Ia pun berdoa untuk keajaiban. Dengan optimis ia menyebutkan 'miracle' merupakan sebuah obat baru. Doanya pun terjawab, dokter sukses menemukan sebuah uji coba metode terakhir untuk menanggulangi limfoma.


"Dan peristiwa itu, aku beruntung, ada terapi baru yg bisa aku perbuat, aku merupakan orang pertama yang mencoba terapi ini. Aku menjadi percobaan klinis," ujarnya dengan menggebu.

Ethan mengibaratkan proses penyembuhan dengan obat baru merupakan dengan 'menyetel ulang' tubuh. Perawatan yang ia jalani merupakan dengan meperbuat stem cell yang ia peroleh dari saudara lelakinya, Lee, yang disuntikan ke sumsum tulang belakang. Sum-sum ini kemudian bakal memproduksi sel darah yang sehat jadi kankernya bisa dieleminasi.

"Rasanya semacam novel sains fiktif, tapi ini merupakan proses dalam nasib yang bisa membikinmu bersi kukuh nasib," tutur Ethan mengfotokan kondisinya saat itu.

Singkat cerita dengan segala perjuangan dan dukungan dari sahabat, keluarga, dan pasangannya Lisa, Ethan pun dinyatakan remisi. Pergi dari situ, rasa syukurnya pun mengarah pada rasa ingin share kisahnya untuk menyelamatkan tak sedikit orang.

Ethan saat ini tak jarang membikin video dan tampil dibeberapa agenda tv juga komunitas untuk menyuarakan mengenai pentingnya kesadaran atas kanker terutama limfoma.


"Seekor burung bernyanyi bukan sebab ia tahu jawaban, ia bernyanyi sebab ia mempunyai sebuah lagu untuk dinyanyikan, dan ini (cerita kenasibannya) merupakan laguku," ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah dari semua pejuang di CISC.

Kini Ethan mengaku tersanjung sebab mulai ada surat yang ia terima dan menyebutkan bahwa berkah ceritanya, orang lain bisa mendeteksi kanker limfomanya lebih dini. Telah kurang lebih 35 surat yang ia terima dan memberi tau faktor yang sama.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger