Home » , , , , , , , , » Bos First Travel Pakai Rp 127 M, Pengacara Korban: Mereka Zalim

Bos First Travel Pakai Rp 127 M, Pengacara Korban: Mereka Zalim

Written By admin on Sabtu, 07 Oktober 2017 | Oktober 07, 2017


harian365.com - Bareskrim Polri menyebut bos First Travel diduga memakai duit Rp 127 miliar dari dana setoran jemaah umrah untuk kepentingan pribadi. Pengacara korban, Aldwin Rahardian mengecam perbuatan bos First Travel itu.

"Kami dan jemaah mengecam perbuatan bos First Travel, mereka bakal mempertanggungjawabkan di dunia dan akhirat, tega dan zalim," ucap Aldwin dalam percakapan dengan harianhot, Jumat (6/10/2017) malam.


Menurut Aldwin, pihaknya semakin meperbuat pemantauan kepada penyidikan barang bukti dalam permasalahan penipuan umrah tersebut. Dirinya ingin memastikan tidak ada barang bukti yang hilang.

"Oleh sebab itu kami bakal semakin juga mengamati barang bukti berupa aset dan uang," tuturnya.


Supaya dalam perjalanan proses hukumnya tidak ada yang bertidak lebih ataupun hilang di tengah jalan sebab ini milik jemaah," imbuh Aldwin.

Sebelumnya Kasubdit V/Jatanwil Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Kombes Dwi Irianto menyebut bos First Travel memakai dana jemaah sebesar Rp 127 miliar. Ada tiga tersangka dalam permasalahan ini, yakni pasangan suami-istri Andika Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan dan adik Anniesa, Kiki Hasibuan. 

"Jadi dana yang telah terkumpul itu kan ada 2, digunakan untuk kepentingan operasional dan pribadi. Salah satunya kepentingan pribadi itu ya itu, fashion show. (Total) untuk kepentingan pribadi, untuk sementara dari hasil (penyidikan) Rp 127 miliar," tutur Dwi, Jumat (6/10).


Dalam perkara permasalahan dugaan penipuan perjalanan umrah, telah 83 saksi yang diperiksa, yang terdiri dari mantan karyawan, agen, artis, perwakilan jemaah, dan vendor. Ada tiga tersangka dalam permasalahan ini, yakni pasangan suami-istri Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan dan adik Anniesa, Kiki Hasibuan.

"Target kami minggu depan (pelimpahan arsip perkara). Kami kirim dulu arsip ke kejaksaan, baru kelak kami lihat lagi," sebut Dwi. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger