Home » , , , , , , , , » Tragedi Bayi Debora dan Sumpah Dokter Soal Pertolongan Pasien

Tragedi Bayi Debora dan Sumpah Dokter Soal Pertolongan Pasien

Written By admin on Minggu, 10 September 2017 | September 10, 2017


harian365.com - Meninggalnya bayi Tiara Debora Simanjorang (4 bulan), menyisakan duka mendalam bagi kedua orang tuannya. Sang Ibunda, Henny Silalahi, berharap tidak ada lagi yang berhidup sama semacam anaknya.

"Saya harapannya hanya satu, nggak ada yang kayak saya lagi. Saya nggak mau ada orang tua yang menangis lagi. Saya nggak kebayang kalau ada bunda yang bener-bener nggak ada uangnya. Rumah sakit bakal semacam apa," ucap Henny lirih saat berbincang dengan harianhot, Sabtu (9/9/2017).

Henny bercerita bagaimana sikap pihak RS yang pernah menyarankan supaya anaknya masuk PICU, tetapi tidak kunjung diperbuat. Menurut Henny, itu sebab uang muka yang dimilikinya tidak lebih.


Meski terbukti, pihak RS Mitra Keluarga Kalideres telah meperbuat upaya perawatan. Semacam dikutip dari website mitrakeluarga.com, pihak RS memberi pertolongan berupa penyedotan lendir, pemasangan selang ke lambung serta intubasi, pemompaan oksigen dengan tangan melewati selang nafas (bagging), infus, obat suntik, serta diberi pengencer dahak.

"Oh, sehingga anak saya meninggal sebab nggak masuk ruang PICU? 'Iya, Bu', sehingga kalau masuk ruang PICU dapat diselamatkan dong? Mereka diam, lalu saya tanya 'Bu, saya dapat minta surat pernyataan nggak, kalau anak saya ini nggak dapat masuk ruang PICU sebab tidak lebih DP?' susternya bilang 'ngomong sama dokternya' saya karyawan di sini, Pak," cerita Henny.


Berkaca dari apa yang dialami bayi Debora, telah semestinya rasa kemanusiaan dikedepankan ketimbang administrasi. Dalam Sumpah Dokter Indonesia pun tertuang mengenai kepentingan perikemanusiaan.

Berikut kutipan Sumpah Dokter Indonesia semacam dikutip dari harianhot:

Saya bersumpah bahwa saya bakal membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan. Saya bakal menjalankan tugas saya dengan tutorial yang terhormat serta bersusila sesuai dengan martabat pekerjaan saya. Saya bakal merawat sekuat tenaga martabat, tradisi luhur jabatan kedokteran. Saya bakal merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui sebab pekerjaan saya serta sebab keilmuan saya sebagai dokter. Kesehatan penderita senantiasa bakal saya utamakan dalam menunaikan keharusan terhadap penderita. Saya bakal berikhtiar dengan sungguh-sungguh, supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian alias kedudukan sosial. Saya bakal memberbagi terhadap guru-guru saya penghormatan serta pernyataan terima kasih yang selayaknya. Kawan sejawat bakal saya perperbuat sebagai saudara kandung. Saya bakal menghormati setiap insani mulai dari saat pembuahan. Sekalipun diancam saya tidak bakal mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk sesuatu yang bermengenaian dengan hukum perikemanusiaan. Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh serta dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger