Home » , , , , , , » Tak Boleh Mengungsi, Ribuan Warga Rohingya Terjebak di Rakhine

Tak Boleh Mengungsi, Ribuan Warga Rohingya Terjebak di Rakhine

Written By admin on Rabu, 20 September 2017 | September 20, 2017


harian365.com - Ribuan warga Rohingya terjebak di desa-desa muslim di Rakhine, Myanmar sebab tidak mendapat 'izin' untuk mengungsi. Otoritas Myanmar menolak permohonan warga dua desa terpencil Rohingya yang meminta diberi perlindungan saat mengungsi.

Semacam dilansir Reuters, Rabu (20/9/2017), warga dua desa Rohingya itu menyebutkan ingin mengungsi, tapi membutuhkan perlindungan pemerintah dari warga Rakhine penganut Buddha yang mengancam bakal membunuh mereka.

Warga Rohingya di dua desa itu juga menyebut mereka ketidak lebihan persediaan pangan sejak 25 Agustus, saat militan Rohingya melancarkan serangan mematikan terhadap puluhan pos polisi serta pangkalan militer Myanmar. Serangan itu memicu operasi militer besar-besaran.


Sedikitnya 420 ribu warga Rohingya sudah mengungsi ke Bangladesh untuk menghindari konflik. Ribuan warga Rohingya di dua desa terpencil itu juga ingin mengungsi serta meminta dibukakan jalur aman oleh militer Myanmar, sebab mereka khawatir dengan warga Buddha di Rakhine.

Menanggapi permintaan itu, sekretaris pemerintah negara tahap Rakhine, Tin Maung Swe, menyebutkan permintaan dari dua desa Rohingya itu tidak dapat dikabulkan. Alasannya, kedua desa itu mempunyai persediaan beras yang lumayan serta mereka dilindungi oleh pos kepolisian di dekatnya. 

"Alasan-alasan mereka tidak dapat diterima. Mereka wajib tetap tinggal di tempat asal mereka," tegas Maung Swe.


Maung Swe menyebutkan Reuters tidak dapat mengunjungi area itu sebab argumen keamanan. Tetapi dirinya menegaskan, otoritas setempat semakin menaksir kebutuhan warga desa di area itu. "Apabila mereka butuh makanan, kita siap mengirimkannya. Jangan khawatir," tandasnya. 

Warga desa Ah Nauk Pyin, salah satu desa Rohingya itu, berharap dapat dipindahkan ke kamp penampungan di luar Sittwe, Rakhine yang lebih aman. Tetapi Maung Swe menyebutkan faktor itu tidak mungkin diperbuat sebab dapat memancing kemarahan warga Buddha di Rakhine serta memperkurang baik situasi.

Warga desa Ah Nauk Pyin menyebutkan mereka tidak punya opsi lain tidak hanya tetap tinggal. Hubungan mereka dengan warga Rakhine yang menganut Buddha dapat saja memanas serta pecah menjadi konflik baru. 


Sebelumnya, pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, dalam pidato terakhirnya menyebut mayoritas warga muslim di Rakhine tidak ikut eksodus ke Bangladesh. Suu Kyi juga menyebut lebih dari 50 persen desa-desa muslim di Rakhine tetap utuh. Dirinya bahkan mendorong para diplomat asing untuk mendalami mengapa area tertentu di Rakhine tetap dapat nasib damai. 

"Kami dapat mengatur kunjungan Kamu ke area-area ini serta menanyakan terhadap mereka, untuk Anda, soal mengapa mereka tidak kabur ... bahkan saat situasi di sekeliling mereka terkesan kacau," ujar Suu Kyi dalam pidato publik pada Selasa (19/9) kemarin.

Kurang lebih 2.700 orang tinggal di desa Ah Nuk Pyin yang terletak sedikit tersembunyi di antara pepohonan buah-buahan serta pohon kelapa di semenanjung setempat. Warga desa itu menyebut pria-pria Rakhine lainnya melontarkan ancaman via telepon serta bahkan nekat berkumpul di luar desa sambil berteriak 'Pergi alias kita bunuh anda semua'.




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger