Home » , , , , , , » Selain Tes Keperawanan, Ini 5 Usul Hakim Binsar Tekan Perceraian

Selain Tes Keperawanan, Ini 5 Usul Hakim Binsar Tekan Perceraian

Written By admin on Minggu, 10 September 2017 | September 10, 2017


harian365.com - Hakim Binsar Gultom prihatin dengan tingkat perceraian yang lumayan tinggi. Oleh sebab itu, ia menganjurkan usulan tes keperawanan bagi perempuan yang bakal menikah. Tidak hanya itu, ia juga menganjurkan 5 gagasan lain. Apa itu?

"Menurut catatan saya dari Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung (Badilag MA), sejak 2010 sampai 2014, dari 2 juta pasangan yang mencatatkan pernihakan, 300 ribu di antanya bercerai dengan beberapa alasan," kata Binsar.

Hal itu tertuang dalam buku Binsar yang berjudul 'Pandangan Kritis Seorang Hakim' yang dikutip harianhot, Minggu (10/9/2017). Nama hakim Binsar dikenal publik saat menjadi majelis hakim Jessica Kumala Wongso. Nah, untuk mencegah terjadinya perceraian, Binsar menganjurkan tes keperawanan bagi calon pengantin.

"Untuk itu, wajib ada tes keperawanan. Apabila nyatanya telah tak perawan lagi, maka butuh perbuatan preventif serta represif dari pemerintah. Barangkalai, kata Binsar' pernikahan dapat ditunda dulu. Mengapa wajib demikian? Sebab salah satu yang membikin terjadinya perpecahan dalam rumah tangga sebab perkawinan diperbuat dalam keadaan terpaksa, telah hamil terlebih dahulu," ucap Binsar.


Selain tes keperawanan, ini 5 usulan Binsar untuk mencegah perceraian:


Hakim Binsar Gultom prihatin dengan tingkat perceraian yang lumayan tinggi. Oleh sebab itu, ia menganjurkan usulan tes keperawanan bagi perempuan yang bakal menikah. Tidak hanya itu, ia juga menganjurkan 5 gagasan lain. Apa itu?

"Menurut catatan saya dari Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung (Badilag MA), sejak 2010 sampai 2014, dari 2 juta pasangan yang mencatatkan pernihakan, 300 ribu di antanya bercerai dengan beberapa alasan," kata Binsar.

Hal itu tertuang dalam buku Binsar yang berjudul 'Pandangan Kritis Seorang Hakim' yang dikutip harianhot, Minggu (10/9/2017). Nama hakim Binsar dikenal publik saat menjadi majelis hakim Jessica Kumala Wongso. Nah, untuk mencegah terjadinya perceraian, Binsar menganjurkan tes keperawanan bagi calon pengantin.

"Untuk itu, harus ada tes keperawanan. Apabila nyatanya telah tak perawan lagi, maka butuh perbuatan preventif serta represif dari pemerintah. Barangkalai, kata Binsar' pernikahan dapat ditunda dulu. Mengapa harus demikian? Sebab salah satu yang membikin terjadinya perpecahan dalam rumah tangga sebab perkawinan dilakukan dalam kondisi terpaksa, telah hamil terlebih dahulu," ucap Binsar.


Selain tes keperawanan, ini 5 usulan Binsar untuk mencegah perceraian:

1. Menaikkan Syarat Usia Calon Pengantin

Saat ini, syarat minimal usia menikah yaitu 19 tahun bagi laki-laki serta 16 tahun bagi perempuan. Menurut Binsar, syarat itu dikualitas masihi terlalu dini untuk menikah jadi mendorong angka perceraian, sebab belum dewasa untuk memutuskan mengambil jalan pernikahan.

Oleh sebab itu, syarat minimal usia menikah harus dinaikkan, baik bagi laki-laki alias perempuan.

"Sebaiknya perempuan menimal menikah usia 21 tahun, sedangkan pria minimal 25 tahun," cetus ayah lima anak itu.

2. Harus Mempunyai Pekerjaan

Salah satu argumen perceraian merupakan argumen ekonomi. Oleh sebab itu, faktor tersebut harus ditekan dengan tutorial meharuskan salah satu pihak, dapat calon suami alias calon istri, telah mempunyai pekerjaan.

3. Poligami Bersyarat

Binsar menganjurkan syarat poligami diperberat. Bila sekarang hanya dengan persetujuan istri pertama, maka Binsar menganjurkan suami harus membeikan jaminan mampu memenuhi kebutuhan istri serta anak. Tidak hanya itu, suami juga harus memberbagi jaminan dapat memperlakukan adil para istrinya.

4. Sanksi Hukum Suami Poligami

Binsar menganjurkan sanksi hukuman bagi suami yang tak dapat berlaku adil bagi para istrinya. Faktor itu harus diatur dalam UU terkait.

5. Argumen Suami/istri Dipenjara 5 Tahun Diperketat

Berdasarkan UU Nomor 1/1974, bila salah satu dipenjara 5 tahun alias lebih, maka salah satu pihak lainnya dapat menggugat cerai. Tetapi bagaimana bila salah satu pihak terkait korupsi, apakah salah satu dapat menuntut cerai?

"Ini tergantung pada kondisi kejahatan yang dilakukan salah satu pihak," katanya. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger