Home » , , , , , , , , , , » Pernah Ngetop di Dunia, 9 Restoran Terbaik Ini Kini Tinggal Kenangan (1)

Pernah Ngetop di Dunia, 9 Restoran Terbaik Ini Kini Tinggal Kenangan (1)

Written By admin on Selasa, 05 September 2017 | September 05, 2017


harian365.com - Saat berjaya restoran ini diantre pengunjung mancanegara. Sayangnya restoran paling baik semacam El Bulli hingga Chasen's saat ini tinggal catatan.

Restoran paling baik mempunyai sejarah, adat serta tutorial tersendiri menciptakan ruang serta waktu yang unik. Tetapi, tak sedikit dari restoran tersebut tak bakal dapat Kamu kunjungi, sebab telah lama tak beroperasi atau tutup.

Dilansir dari www.mashed.com (29/8), berikut ini berbagai restoran menakjubkan yang tak bakal mungkin sempat Kamu kunjungi lagi. 

1. Atomic Cafe


Pada tahun 1946, Ito serta Minoru Matoba pindah ke daerah Little Tokyo di Los Angeles seusai dibebaskan dari kamp pengasingan serta membuka kafe bernama Atomic Cafe. Atomic Cafe menyaapabilan menu yang terdiri dari hidangan "Jepang China Amerika" dengan santapan mie serta hamburger. 

Matoba memilih nama Atom begitu segera seusai serangan nuklir menghampiri Hiroshima serta Nagasaki. Orang bakal rutin mengingat bom atom itu serta bakal rutin mengingat Atomic Cafe.

Pada akhir 1970-an Atomic Cafe memasuki fase baru di bawah pengaruh putri Matoba, Nancy Sekizawa, atau dikenal sebagai Atomic Nancy, yang mengetahuikan estetika punk ke restoran. Tetapi sayangnya, Atomic Cafe tutup pada tahun 1989, serta bekas lokasinya kemudian dirobohkan menjadi suatu  stasiun kereta bawah tanah.

2. Julien's Restorator


Julien's Restorator adalah restoran pertama yang mempunyai konsep tersendri. Didirikan di bulan Juli, 1793, oleh Jean Gilbert Julien, mantan koki Archbishop of Bordeaux yang melarikan diri ke Amerika seusai Revolusi Prancis. Restoran tersebut punya menu restoratif serta sehat.

Tidak semacam tak sedikit restoran pada waktu itu yang memperkenalkan menu bergaya prasmanan dengan harga tertentu, para pengunjung Restorator mempunyai peluang untuk membaca dengan teliti suatu  menu serta hanya bayar makanan yang dipesannya. 

Restorator terkenal dengan sup, kaldu, kue kering, daging sapi, bacon, serta daging unggas. Restoran ini dikenal sebagai "the prince of soup". Julien masih mengawasi restoran ini hingga kematiannya pada tahun 1805, yang kemudian dijalankan oleh istrinya selagi satu dekade, hingga dipasarkan ke chef Prancis. Sayangnya, bangunan itu dirobohkan pada tahun 1824.

3. El Bulli


El Bulli, telah membikin sejarah baru. Pada tahun 1983 ketika angkatan laut membuka lowongan, Ferran Adria memutuskan untuk menghabiskan liburan musim panasnya bekerja di sana. Saat tak sedikit orang memilih untuk minum serta berbahagia-bahagia, Adira memilih untuk kembali pulang seusai dinas militernya serta menjadi kepala koki pada tahun 1987.

Adria lalu mengawali suatu  filosofi memasak yang didefinisikan sebagai "Creativity means not copying." Adria memutuskan untuk menutup restoran selagi musim dingin serta fokus pada eksperimennya. Adria diperkenalkan oleh chef terkenal Joel Robuchon sebagai chefi paling baik, serta restoran El Bulli akhirnya menjadi sangat diminati. 

Sanking terkenalnya, El Bulli menerima lebih dari satu juta permintaan pemesanan serta hanya 8.000 orang yang beruntung memperoleh meja. Sayangnya, restoran ini tutup pada tahun 2010, sebab Adria ingin fokus pada eksperimen kulinernya tanpa kesusahan memuaskan pelanggan.

4. Ameche's Drive-In Restaurant


Budaya Amerika yang menyukai mobil pada tahun 1950an serta 60an, membikin berdirinya Drive-in. Pada tahun 1956, bintang Baltimore Colts, Alan Ameche terbelit bisnis restoran dengan sesama pemain serta mantan koki, Gino Marchetti.

Waralaba ini dikenal dengan burgernya serta menjadi lokasi mutlak bagi kaum muda untuk memamerkan mobil mereka serta hebat ketertarikan lawan jenis. Sama semacam tempat lain, pada akhir 1960-an keterkenalan drive-in memudar . Tetapi, tak sedikit orang Baltimore yang mempunyai kenangan indah mengenai masa muda mereka disana.

5. Carnegie Deli


Seusai dibuka pada tahun 1937, Deli yang berada di Seventh Avenue New York di seberang Carnegie Hall adalah satu-satunya restoran yang menyaapabilan masakan klasik Yahudi semacam smatzo ball soup serta sandwich pastrami. 

Di tahun 1970-an, Carnegie Deli terus terkenal seusai seorang reviewer untuk The New York Times mengakui bahwa deli mempunyai pastrami paling baik di kota ini. Carnegie Deli menyaapabilan 'sandwich raksasa' yang sangat besar untuk para pelanggan. Tetapi, pada tahun 2015, Carnegie Deli wajib tutup selagi 40 bulan seusai pekerjanya ditemukan mencuri gas serta pengadilan memerintahkan restoran tersebut bayar lebih dari $ 2 juta ( Rp 26 M) 


Segera seusai itu, pemilik Carnegie Deli, Marian Harper bercerai dengan suaminya, yang diduga mencuri resep pastrami serta cheesecake yang diberikan pada gundiknya. Carnegie's Deli ditutup untuk selamanya-lamanya di bulan Desember 2016. Sementara cabangnya masih buka di Las Vegas serta Bethlehem, Pennsylvania. 





Sumber : harianfood

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger