Home » , , , , , , , , » Pengungsi Myanmar Bakar Bank di Melbourne karena Motif Balas Dendam

Pengungsi Myanmar Bakar Bank di Melbourne karena Motif Balas Dendam

Written By admin on Selasa, 19 September 2017 | September 19, 2017


harian365.com - Pengadilan di Melbourne sudah mempublikasikan rekaman video CCTV dari pencari suaka asal Myanmar yang membakar suatu  bank di Springvale, tenggara Melbourne. Aksi ini diperbuat sebagai "tindakan pembalasan" sebab sang pencari suaka semakin menantikan untuk meperbuat penarikan uang.

Kamera keamanan dari dalam kantor Bank Commonwealth menunjukkan bahwa Nur Islam, 22 tahun, menuangkan bensin di lantai di antara mesin ATM di pintu masuk depan serta di tengah-tengah area layanan.

Ia kemudian menyulutnya dengan pemantik saat para nasabah mencoba melarikan diri.

Nur Islam dapat terkesan berlari ke tahap belakang bank yang dilalap api.

Nur Islam, yang masuk Australia dengan visa sementara, terkesan tanpa emosi ketika rekaman itu diputar pada awal persidangan singkatnya di Pengadilan Magistrat Melbourne.

Jaksa Gavin Silbert QC berbicara di persidangan bahwa kebakaran tersebut menyebabkan bank dipenuhi asap, memunculkan kepanikan serta kebingungan.

"Kebakaran menyulut bola api besar yang menghambat nasabah serta staf meninggalkan bank dari satu-satunya titik keluar," ucap Silbert.

"Dalam kekacauan yang terjadi berikutnya, nasabah serta staf berebut untuk meninggalkan bank, berbagai orang terjebak suatu  pintu keamanan serta berbagai lainnya nekat menembus api serta menderita luka serius."

Marah sebab menantikan lama
Pengadilan mengungkap, setidak sedikit 29 orang terluka serta empat lainnya luka parah dalam kebakaran yang menyebabkan kerusakan sekualitas $ 3 juta (atau setara Rp 30 miliar) pada November tahun lalu.

Nur Islam sendiri menderita luka bakar sampai 60 persen di tubuhnya serta berada di rumah sakit selagi empat setengah bulan.

Ia mengaku tidak bersalah atas 108 tuduhan tergolong perbuatan dengan sengaja menyebabkan luka serius, membahayakan nyawa serta kerusakan kriminal.

Pengadilan berbicara bahwa sebelumnya, Nur Islam berangkat ke bank pada pagi hari untuk hebat saldo di rekeningnya.

Silbert berbicara bahwa pengungsi tersebut merasa marah atas lamanya ia wajib menantikan, serta berangkat membeli suatu  wadah bensin dari suatu  SPBU (pompa bensin) terdekat.

"Pada saat ini, ia jelas memutuskan untuk membakar Bank Commonwealth sebagai perbuatan pembalasan atas perlakuan yang ia terima sebelumnya," jelas Silbert.


Turut sehingga korban
Dalam suatu  wawancara polisi, Nur Islam kemudian mengaku membeli bensin tersebut serta membakar bank tersebut "untuk balas dendam".

Pengacara Barnaby Johnston berbicara pada persidangan bahwa Nur Islam menderita "luka yang paling serius serta paling parah".

Ia berkata, tidak ada lumayan bukti bahwa Nur Islam bermaksud untuk melukai orang-orang di dalam bank serta tuduhan sengaja menyebabkan luka serius serta dengan sengaja menyebabkan luka wajib dicabut.

Tapi Hakim Peter Reardon menemukan ada lumayan bukti untuk menjerat Islam menjalani persidangan atas semua tuduhan.

Nur Islam bakal menjalani pemeriksaan kesehatan mental dalam berbagai minggu mendatang serta bakal menghadapi persidangan di Pengadilan Negeri pada hari Rabu (20/9/2017).

Diterbitkan: 17:15 WIB 19/09/2017 oleh Nurina Savitri.




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger