Home » , , , , , , , , , , » Penantian 1 Windu dan di Balik Edinburgh Jadi Latar Film 'Ayat-Ayat Cinta 2

Penantian 1 Windu dan di Balik Edinburgh Jadi Latar Film 'Ayat-Ayat Cinta 2

Written By admin on Rabu, 06 September 2017 | September 06, 2017


harian365.com - Tim produksi 'Ayat-Ayat Cinta 2' tetap meperbuat proses syuting di Edinburgh, Skotlandia. Atas undangan MD Pictures hariangosip berpeluang meliput film drama tersebut.

Sejak hari pertama, tim 'AAC2' langsung menggeber proses pengambilan foto. Fedi Nuril, Tatjana Saphira, Dewi Sandra, Chelsea Islan, Dewi Irawan, Bront Palarae, Arie Untung, Pandji Pragiwaksono hingga Nur Fazura begitu bersemangat terlibat dalam proyek film tersebut.


Premis yang diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazy ini memilih Edinburgh sebagai lokasi syuting kelanjutan cerita seorang Fahri (Fedi Nuril) yang kehilangan Aisyah selagi bertahun-tahun lamanya.

Apa pertimbangan Habiburrahman dalam memilih Edinburgh? "Fahri dan Aisyah sempat merencakan bulan madu lagi ke Edinburgh, akhirnya Fahri yang kehilangan Aisyah selagi tujuh tahun tetap mewujudkan keinginannya itu untuk ke kota ini," buka sang novelis terhadap hariangosip di Prestonfield Road, Edinburgh, Skotlandia.

"Di sini Fahri juga menjadi dosen dan punya berbagai perusahaan, ia kan dulunya lulusan Mesir, dan Edinburgh ini saya punya pertimbangan bahwa faktanya The University of Edinburgh merupakan salah satu 50 kampus paling baik dunia dapat disejajarkan dengan Oxford, saya pikir hebat ketika Fahri yang seorang dosen, berhasil sebagai pengusaha tapi kehilangan cinta di kota yang cantik," bebernya lagi.


Perlu waktu satu windu dari novel/film pertamanya hingga akhirnya sekuelnya lahir. Faktor itu pun disebut sebagai penantian yang sebetulnya istimewa tapi tidak sempat Habiburrahman El Shirazy rancang.

"Sebab saya juga sebetulnya tidak sempat mentampilan bahwa ini sehingga sekuel, tapi sebab desakan pembaca dan pecinta 'kapan nih bi..' akhirnya terbukti saya menemukan waktu yang cocok dan kisahnya menjadi begitu rumit dan indah," urainya lagi.


Habiburrahman dengan para cast dan kru juga merasa proses syuting lumayan diawali dengan faktor yang sangat baik. "Kita syuting diawali hari pertama istirahat tapi salat Idul Adha dulu berjamaah dengan semuanya," urainya lagi.

Sang produser dan CEO MD Pictures, Manoj Punjabi tampaknya punya andalan sangat besar bakal filmnya yang termasuk sebagai megaproyek. Sebab 'AAC' pertama dulu merupakan salah satu film besar pertama produksi MD.

"Saya all out soal budget di sini, makanya saya pilih cast juga yang oke banget, dari sisi cerita luar biasa. Saya kira ini telah ditunggu-tunggu, terbukti bebannya besar sekali, tapi so far saya lihat keren dan puas," jelas Manoj yang mengamati semakin proses syuting 'AAC 2'

Dikulik soal budget lebih dalam, Manoj terbukti tidak menyebut angka. Tapi ia berani mengklaim proyek ini merupakan yang paling besar sejauh ini melebihi film sebelumnya, 'Surga yang (Tak) Dirindukan 2' yang sebelumya diklaim mencapai Rp 16 miliar hanya untuk produksi. 


"Levelnya naik di atas lagi dari film Rudy Habibie, 'SYTD' ini beda, udah lebih dari budget yang sempat ada, yang tentu ini yang paling tinggi dari sebelumnya. Mudah-mudahan saya dapat bawa standar baru sebab ini sehingga sesuatu yang segar di mata penonton," urai Manoj lagi.

Selain Edinburgh, 'AAC 2' juga sempat mampir ke kawasan East Lothian yang berada jauh di luar pusat kota Edinburgh. 

Prestonfield Road, The Shore hingga perbukitan Raja Arthur yang dikenal Arthur's Seat sehingga lokasi syuting. Proses pengambilan foto tetap berjalan di Tanah Britania Raya. 

Sebelumnya film yang disutradarai Guntur Soeharjanto itu juga telah meperbuat pengambilan foto di Jakarta. Rencananya film ini bakal dihadirkan pada Desember mendatang.




Sumber : hariangosip
Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger