Home » , , , , , , , , , , » Pembalut Bekas Ramai-ramai Dikumpulkan di India

Pembalut Bekas Ramai-ramai Dikumpulkan di India

Written By admin on Selasa, 12 September 2017 | September 12, 2017


harian365.com - Di berbagai daerah tergolong India, menstruasi tetap dianggap sebagai topik yang tabu dibicarakan dengan cara umum. Akibatnya kesehatan reproduksi wanita pun kerap terlalaikan menjadi salah satu kontributor tingginya angka kematian ibu.

Berkaitan dengan faktor tersebut di satu desa di daerah Maharashtra, India, ada kegiatan yang tidak biasa. Peneliti di sana ramai-ramai mengumpulkan pembalut bekas yang telah penuh oleh darah menstruasi. Apa tujuannya?

Menurut pemimpin studi dr Atul Buduhkh dari Tata Memorial Centre faktor ini diperbuat untuk mengecek para wanita desa tersebut kepada risiko kanker serviks. Lebih dari seperemat permasalahan kanker serviks dunia datang dari India tetapi tetap sedikit dari para wanita yang mengecekkan diri.

Alasannya sebab tetap sedikit fasilitas pemeriksaan yang memadai serta khususnya lagi keengganan para wanita mengecekkan dirinya.

"Para wanita desa ini tidak jarang merasa malu, takut, serta berpendapat pemeriksaan kanker serviks sebagai sesuatu yang tidak penting," kata dr Atul semacam dikutip dari BBC, Senin (11/9/2017).


Setidak sedikit 500 pembalut menstruasi yang dikumpulkan peneliti diambil sampel darah keringnya serta diperbuat uji tes DNA. Hasilnya diketahui setidak sedikit 24 wanita positif terinfeksi oleh human papillomavirus (HPV) penyebab kanker serviks serta butuh mendapat penanganan lebih lanjur.

dr Atul berbicara tes semacam ini belum dapat diperbuat dengan cara selalu sebab memakan anggaran serta waktu. Tidak hanya itu tes mungkin hanya dapat menguntungkan wanita yang sedang menstruasi saja.

Oleh sebab itu pap smear serta inspeksi visual asam asetat (IVA) tetap dapat dianggap menjadi metode paling baik untuk pemeriksaan dini. Satu tutorial yang dapat diperbuat supaya wanita mau serta berani periksa merupakan dengan mendorong penyuluhan lewat tokoh masyarakat.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger