Home » , , , , , , , , » Pelarian 'Kucing-kucingan' Akbar Pembunuh Indria ke Batam

Pelarian 'Kucing-kucingan' Akbar Pembunuh Indria ke Batam

Written By admin on Kamis, 07 September 2017 | September 07, 2017


harian365.com - Mochamad Akbar (38) lari seribu langkah seusai menembak mati pegawai BNN Indria Kameswari. Akbar pernah 'kucing-kucingan' dengan petugas bandara sampai akhirnya lolos kabur ke Batam.

Akbar awalnya diduga terlibat cekcok dengan istrinya Indria di Perumahan River Valley Cijeruk, Bogor pada Jumat 1 September 2017. Dirinya lalu menembak Indria dengan senjata api. Tembakan itu mengenai tahap punggung Indria. Kurang lebih 30 menit sebelum jasad Indria ditemukan warga, Akbar terkesan meninggalkan rumah kontrakan Indria.

Masih di hari yang sama, Akbar terbang ke Batam melalui Bandara Halim Perdana Kusuma. Berdasarkan berbagai gambar rekaman CCTV, terkesan Akbar tiba di Bandara Halim pukul 12.05 WIB.

Usut punya usut, Akbar diketahui memesan tiket dengan memakai kartu tanda penduduk (KTP) kakaknya, MT, jadi jejak Akbar di daftar manifes tak tercium petugas. Apalagi perawakan MT mempunyai kemiripan dengan Akbar.

Tetapi sepak terjang Akbar di bandara tak melulu berlangsung mulus. Saat melalui X-ray, terdeteksi peluru dalam tas yang dibawa Akbar."Ditemukan tiga peluru," ucap Kapolres Kabupaten Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading.

Akbar lalu diperiksa oleh petugas keamanan bandara. Akbar berkelit peluru itu milik kakaknya yang adalah anak buah suatu  kesatuan. Petugas tak langsung mempercayai kesaksian Akbar. Akbar diminta oleh petugas untuk terbuktigil kakaknya untuk dimintai keterangan mengenai kepemilikan tiga butir peluru itu. Peluang itu dipakai Akbar untuk kabur dari penglihatan petugas. 


"Ia tak kembali ke ruangan petugas, tapi masuk kembali tanpa sepengetahuan petugas, lalu terbang ke Batam," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan.

Bagaikan peribahasa sepandai-pandainya menyimpan bangkai tentu bakal tercium juga, pelarian Akbar akhirnya beres. Akbar ditangkap di rumah saudaranya di Tanjung Buntung, Bengkong, Batam, pada Minggu 3 September 2017.

Akbar menjalani serangkaian pemeriksaan. Dirinya mengaku menembak Indria dengan senjata rakitan seusai cekcok persoalan ekonomi. "Yang bersangkutan mengakui lakukanan menembak, tapi tak koperatif, menyembunyikan senpinya," ucap Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading 

Senjata rakitan itu sampai saat ini tetap dicari polisi. Alat bukti ini dibutuhkan untuk menetapkan Abdul melakukan pembunuhan berencana terhadap Indria. Motif sesungguhnya Akbar menghabisi nyawa istri yang dicintainya itu juga tetap misteri.




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger