Home » , , , , , , , » Myanmar Minta Warga Rohingya Bantu Buru Militan di Rakhine

Myanmar Minta Warga Rohingya Bantu Buru Militan di Rakhine

Written By admin on Senin, 04 September 2017 | September 04, 2017


harian365.com - Otoritas Myanmar meminta warga muslim Rohingya untuk menolong perburuan militan Rohingya yang menyebut dia sebagai Tentara Keselamatan Arakan Rohingya (ARSA). Kehadiran kelompok ARSA sendiri sudah membikin geram warga sipil Rohingya di Rakhine, Myanmar

Militer Myanmar dalam pernyataannya menyebut, ada 52 gelombang serangan yang didalangi ARSA terhadap pihaknya dalam berbagai waktu terbaru. Dampaknya, militer Myanmar kembali melancarkan operasi di Rakhine dengan tujuan memberantas ARSA. 


Tetapi operasi militer di Rakhine ini dilaporkan sarat kekerasan terhadap warga sipil Rohingya. Oleh sebab itu, semacam dilansir Reuters, Senin (4/9/2017), otoritas Myanmar mengundang warga muslim Rohingya untuk turut memburu militan ARSA tersebut. 


"Warga desa muslim di Maungtaw tahap utara sudah didorong melewati pengeras suara untuk bekerja sama, ketika pasukan keamanan mencari teroris ekstremis Pasukan Penyelamat Arakan Rohingya (ARSA), serta untuk tidak memberbagi ancaman alias memamerkan senjata saat pasukan keamanan masuk ke desa-desa mereka," demikian laporan surat berita nasional Global New Light of Myanmar pada Minggu (3/9) waktu setempat. 

Di desa Maungni, Rakhine tahap utara, semacam dilaporkan Global New Light of Myanmar, sejumlah warga desa setempat sukses meringkus dua anak buah ARSA serta menyerahkan mereka terhadap otoritas Myanmar. 


ARSA dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh otoritas Myanmar. Kelompok ARSA mengklaim bertanggung jawab atas rentetan serangan terkoordinasi terhadap pos-pos polisi Myanmar di Rakhine, pekan lalu. Akun Twitter yang diyakini terkait ARSA menuding militer Myanmar meperbuat teror serta pengancuran pada etnis Rohingya. Tetapi semacam dilansir AFP, tidak semua warga Rohingya mendukung kiprah ARSA. 

"Kami tidak ingin teroris," ujar salah satu warga Rohingya yang tetap mengungsi di Rakhine, terhadap AFP. Sejumlah warga Rohingya justru marah atas serangan yang didalangi ARSA, yang dianggap malah terus memperkurang baik ketegangan di Myanmar yang dipicu sentimen antimuslim. 

"Kami bakal bekerja sama dengan etnis (Buddha) Rakhine. Kita sebelumnya semacam keluarga serta saudara," imbuh warga desa yang enggan disebut namanya tersebut. 


Sementara itu, pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh mengaku berbagai rekan mereka tetap tinggal untuk bergabung dengan ARSA serta memerangi militer Myanmar. Banyak pengungsi Rohingya di Bangladesh mengaku menjadi korban kekerasan militer Myanmar. 

Sejauh ini, menurut Badan Pengungsi PBB, UNHCR, sedikitnya 73 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh baru-baru ini. Ribuan warga Rohingya lainnya tetap bersi kukuh di Rakhine dengan mengungsi ke wilayah lain yang jauh dari konflik. Selain Rohingya, warga Buddha serta Hindu ikut mengungsi.

Nyaris 400 orang, yang sebagian besar disebut Myanmar sebagai teroris, tewas dalam bentrokan sengit di Rakhine. Dunia mengecam bentrokan itu. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut kekerasan terhadap Rohingya di Rakhine mengarah pada genosida.





Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger