Home » , , , , , , , , , , » Minus PKB, Poros Baru Demokrat Cs Persis Koalisi saat Pilgub DKI

Minus PKB, Poros Baru Demokrat Cs Persis Koalisi saat Pilgub DKI

Written By admin on Senin, 11 September 2017 | September 11, 2017


harian365.com - Partai Demokrat (PD) menginisiasi pembentukan poros baru di Pilgub Jawa Barat 2018 bersama PAN serta PPP. Poros ini sama persis semacam koalisi Demokrat cs di Pilgub DKI lalu, hanya saja minus PKB.

Demokrat, PPP, serta PAN sepakat membentuk poros baru untuk Pilgub Jabar walau baru tingkat daerah. Tujuan dibentuknya poros baru ini merupakan untuk mencari pilihan figur baru yang bakal diusung di Pilgub Jabar. Bahkan PPP seolah 'meninggalkan' Ridwan Kamil dengan bergabung bersama poros baru ini.

Selain untuk Pilgub Jabar, ketiga parpol itu juga berencana berkoalisi di pilkada 16 kabupaten serta kota di Jabar. Kesepakatan tersebut timbul seusai meperbuat tiga kali pertemuan. Tetapi kesepakatan ini belum dideklarasikan lantaran timbul klausul baru yang belum masuk dalam draf nota kesepahaman.


"Tadinya penandatanganan mau kali ini, tapi timbul klausul baru untuk kerjasama tingkat kabupaten serta kota. Sehingga kami tunda," kata Ketua DPD Demokrat Jabar Iwan Sulandjana saat ditemui usai pertemuan dengan PAN serta PPP di kantor PAN, Kota Bandung, Jumat (8/9).

Poros baru ini rencananya bakal mengusung figur baru. Demokrat berencana memperkenalkan figur lain tidak hanya yang selagi ini telah timbul di bursa calon. Sejumlah nama yang telah disebut-sebut di bursa Cagub Jabar tidak hanya Ridwan Kamil di antaranya merupakan Dedi Mulyadi serta Deddy Mizwar.

"Kalau kami menonton para pengamat, semacamnya di Jabar difokuskan orang tertentu saja. Kami menonton yang beredar, begitu tidak sedikit tetapi mereka dipandang sebelah mata," kata Iwan.

Poros baru tiga partai ini semacam susunan partai pengusung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di Pilgub DKI lalu. Tetapi PKB tidak masuk di antaranya, sebab partai ceo Muhaimin Iskadar itu telah menegaskan mengusung Ridwan Kamil untuk Pilgub Jabar.

Di Pilgub DKI lalu, drama pembentukan koalisi sangat panas. Saat PDIP bersama Golkar-NasDem-Hanura mengusung petahana saat itu, Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, partai tandingan dipenuhi dinamika. 


Awalnya Gerindra-PKS bersiap koalisi dengan partai-partai lainnya dengan mengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk sehingga tandingan Ahok-Djarot. Tetapi tengah malam di menit-menit terbaru sebelum penutupan pendaftaran di KPU, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan 3 ketum partai di kediamannya di Cikeas.

Demokrat, PAN, PPP, serta PKB kemudian sepakat membentuk poros baru serta dikenal dengan sebagai Koalisi Cikeas. Koalisi ini di luar prediksi sebab awalnya partai-partai tidak hanya PDIP Cs disebut-sebut bakal merapat ke koalisi Gerindra-PKS, hingga Demokrat timbul serta membikin manuver.

Hanya saja, Koalisi Cikeas kemudian pecah seusai Agus-Sylvi tidak sukses lolos di putaran kedua Pilgub DKI. PAN merapat ke Anies-Sandi, PPP serta PKB ke Ahok-Djarot, serta Demokrat memilih nonblok.


Meski tidak sepanas Pilgub DKI, manuver yang sama diperbuat Demokrat di Pilgub Jabar. PAN sebelumnya menyebutkan siap mendukung Ridwan Kamil bersama NasDem serta PKB, namum jua disebut-sebut bakal merapat ke Gerindra-PKS yang mengusung Deddy Mizwar. Kemudian PPP selagi ini rutin menyebutkan siap mengusung Ridwan Kamil.

Sampai akhirnya Demokrat timbul serta memperkenalkan poros baru. PAN serta PPP menyambut dengan baik, tetapi PKB tidak goyah serta tetap setia mendukung Wali Kota Bandung itu.

Dengan mundurnya PAN serta PPP, Ridwan Kamil pun terancam tidak bisa mendapat tiket untuk maju di Pilgub Jabar. Sebab kursi PKB serta NasDem di DPRD Jabar tidak lumayan untuk bisa mengusung calon.


Sementara Hanura telah memberi sinyal untuk bergabung dengan poros PDIP-Golkar, sementara Gerindra-PKS telah tidak tergoyahkan. Walau begitu, dinamika tetap mungkin saja berubah hingga pendaftaran resmi ke KPU nanti.

Menanggapi soal poros baru ini, Ridwan Kamil menyebutnya sebagai tahap dari drama Pilgub Jabar. Dirinya juga tidak berpendapat bacaan poros baru besutan Demokrat itu sebagai bentuk ancaman dalam pencalonannya, walau dirinya terancam tidak bisa tiket bila hanya diusung NasDem serta PKB.

Kalau terbentuk kan perlu figur. Figurnya ke siapa ya kelak dengan demokrasi ilmiah tentu survei. Bisa saya alias yang lain. Bukan berarti ancaman, kalau tidak sehingga ke saya," ujar Ridwan Kamil, Jumat (9/9). 

Mungkinkah Pilgub Jabar bakal mempunyai cerita yang sama semacam Pilgub DKI? Kami tunggu tanggal mainnya. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger