Home » , , , , , , , » Mengatur Masa Depan Keuangan Anda

Mengatur Masa Depan Keuangan Anda

Written By admin on Minggu, 10 September 2017 | September 10, 2017


harian365.com - Anda berfokus pada keberhasilan bisnis finansial Anda. Tapi bagaimana dengan keuangan pribadi Anda? Sebuah studi oleh The American College mengungkapkan berbagai statistik yang tentu membikin pemilik usaha kecil berpikir lebih dalam:
66 persen pemilik usaha kecil tak sempat berkonsultasi dengan penasihat keuangan.
Kurang lebih 30 persen belum memperkirakan berapa tak sedikit uang yang mereka butuhkan untuk masa pensiun yang enjoy.
Hanya kurang lebih 25 persen yang mempunyai rencana keuangan formal (pemahaman mengenai darimana pendapatan mereka berasal, yaitu Jaminan Sosial, tabungan, pensiun, dll.) Untuk masa pensiun.
Sedikitnya 15 persen sudah menulis sebuah rencana untuk mengalihkan bisnis mereka saat mereka pensiun.
Mengapa pemilik usaha kecil jatuh dalam perencanaan masa depan ekonomi mereka? Ketika hingga pada perencanaan keuangan, pengusaha menghadapi tantangan khusus yang rata-rata karyawannya - dengan asuransi kesehatan yang disediakan oleh perusahaan.

"Apabila bisnis mereka tumbuh serta membutuhkan modal, pemilik usaha kecil tak jarang memasukkan semua likuiditas ke dalam bisnis, membikin mereka tak bisa menyimpan alias berinvestasi untuk tujuan perencanaan keuangan lainnya," kata Eleanor Blayney, perencana keuangan bersertifikat (CFO) yang melatih penasihat keuangan serta memperkuat hubungan mereka dengan klien.

Mereka juga cenderung mulai menabung untuk tujuan keuangan mereka, kata Sara Stanich, CFP di Raymond James Financial Services Inc. "Mereka mungkin sudah memasukkan semua uang ekstra mereka ke dalam bisnis, khususnya di tahun-tahun awal, meninggalkan sedikit alias tak ada uang tunai yang terdapat untuk disisihkan untuk masa depan. "


Ironisnya, menempatkan bisnis Kamu terlebih dahulu bisa menghancurkan masa depannya. "Gagal meperbuat perencanaan keuangan (untuk diri serta keluarga Anda) menempatkan bisnis itu pada risiko," kata Blayney. "Perencanaan pribadi sama pentingnya dengan perencanaan bisnis, serta dalam tak sedikit faktor keduanya saling terkait dengan cara integral."

Berita baiknya merupakan tak ada kata telat untuk mulai merencanakan tujuan keuangan pribadi. "Sama semacam Kamu mempunyai rencana bisnis untuk menjalankan bisnis Anda, jangan melalaikan rencana keuangan pribadi Kamu sendiri. Anggap saja sebagai peta jalan," kata Stephen L. Williams, CFP serta wakil presiden Taktik Perencanaan Keuangan di BMO Private Bank. "Berbagai anggapan mungkin tak seksama, tapi bila Kamu mempunyai rencana, Kamu bisa meperbuat adaptasi serta perubahan setiap tahun."

Untuk mulai mengembangkan peta keuangan pribadi Anda, Stanich berkata, "Untuk berpikir di mana Kamu ingin berada dalam lima, 10 alias 20 tahun. Apa yang diperlukan untuk hingga ke sana?"

Pengaturan Nasib
Apabila Kamu belum membeli tempat tinggal Kamu sendiri yang sederhana, Kamu mungkin berpikir cita-cita kepemilikan rumah tak murah. Tapi membeli rumah memberi Kamu aset berharga yang berpotensi menjadi alat untuk membiayai bisnis Kamu sebuahhari nanti, serta membelinya mungkin tak sesusah yang Kamu pikirkan.

Salah satu kesalahan umum pemilik usaha kecil merupakan membaurkan bisnis serta keuangan pribadi mereka. Faktor tersebut bisa menjadi batu sandungan mutlak bagi kepemilikan rumah. "Pemilik usaha kecil, cenderung meperbuat ini di tahun-tahun awal bisnis, serta itu sangatlah membingungkan fotoan keuangan," kata Stanich. Memisahkan rekening bisnis serta rekening bank pribadi sangat penting untuk membangun bisnis serta peringkat kredit pendapatan pribadi Anda.


Kesalahan umum lainnya yang wajib dihindari: terlalu memperkecil penghasilan Anda. Stanich membahas tak sedikit pengusaha membikin setiap pengeluaran anggaran bisnis jadi mereka tak bisa menunjukkan alias sedikit pendapatan atas pengembalian pajak. Itu bisa sama saja Kamu tak bisa memenuhi syarat untuk memperoleh hipotek sebab penghasilan yang rendah.

Penting juga menjaga pendapatan stabil apabila memungkinkan, bahkan apabila penjualan bisnis Kamu berfluktuasi. "Pemberi pinjaman ingin menonton penghasilan stabil atas pengembalian pajak Kamu selagi berbagai tahun," kata Stanich. "Itu bisa menjadi tantangan bagi pemilik bisnis." Begitu bisnis Kamu menguntungkan, cari tahu berapa pendapatan yang Kamu butuhkan untuk mendukung gaya nasib yang enjoy.

Itulah argumen mengapa Kamu wajib mengatur keuangan Kamu untuk masa depan. Semoga berguna.




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger