Home » , , , , , , , , , » Inikah Resor Paling Ramah Lingkungan di Bumi?

Inikah Resor Paling Ramah Lingkungan di Bumi?

Written By admin on Rabu, 13 September 2017 | September 13, 2017


harian365.com - Tidak sedikit sekali resor yang ada mempunyai konsep alami. Apabila ada yang tak sama, salah satunya merupakan resor di tengah hutan negara Ekuador ini.

Dihimpun hariantravel dari CNN Style, Selasa (12/9/2017), namanya merupakan Mashpi Lodge. Resor di Amerika Selatan ini tidak hanya berkonsep membaur dengan alam juga ramah lingkungan alias berkelanjutan.

Terletak 950 meter di atas permukaan laut di Hutan Choco Andes, Ekuador, butuh tiga jam perjalanan dari bunda Kota Quito. Mashpi Lodge dirancang untuk bisa berbaur dengan salah satu tempat paling biodiversitas di planet ini.

Di lahan seluas 1.200 hektar, traveler bisa menyaksikan sekelompok burung manakin meperbuat tarian pacarnya, berlangsung ke air terjun dengan tinggi 57 meter, mendaki kanopi observasi di puncak pohon, alias menonton spesies katak Mashpi yang ditemukan oleh tim ilmuwan hotel.

"Idenya merupakan Kamu mempunyai simbiosis dengan alam serta menjadi tahap darinya," kata Alfredo Ribadeneira, arsitek mutlak Mashpi Lodge.


Pria di belakang Mashpi Lodge merupakan pengusaha Ekuador, pakar lingkungan, serta mantan walikota Quito, Roque Sevilla. Sebelum dibuat resor, suatu  perusahaan kayu mempunyai website tersebut kemudian dibeli Sevilla 11 tahun yang lalu untuk menyelamatkan hutan serta penghuninya.

Butuh dua tahun lamanya untuk membangun resor dengan menghabiskan sertaa USD 10 juta alias setara Rp 131,9 M. Kemudian resor ini dibuka pada tahun 2012.

"Saya pikir Mashpi Lodge merupakan permasalahan yang sangat khusus ketika datang ke beberapa resor eko di seluruh dunia.(Perlindungan kawasan ini) merupakan upaya berkelanjutan serta kita tetap berupaya untuk membeli lebih tak sedikit lahan jadi kita bisa menjamin perlindungan 100 persen dari penebangan, pertanian serta pertambangan," kata Sevilla.


Mashpi Lodge semacam suatu  menara observasi yang dibuat untuk para tamu. Idenya merupakan membikin pemondokan yang nyam di tengah hutan.

"Kemewahan sebetulnya merupakan tahap dari resor ini. Waktu yang diperlukan untuk membikin semua fondasinya sangat panjang. Tim saya sangat berhati-hati supaya tak mengganggu hutan," katanya.

Resor ini tak hanya mempunyai pemandangan hutan luas, tapi juga mengwajibkan tak adanya penebangan pohon sebab vegetasi website yang wajib dijaga.

"Apabila Kamu berkeliling Kamu tak bakal menonton puing-puing bangunan. Kita sangat menghormati hutan," ucap Marc Berry, manajer umum hotel.

"Kami mencoba membikin semua strukturnya sangat ramping serta tinggi, mengarah ke proporsi yang sama dengan pepohonan di dekatnya," tambahnya.


Mashpi Lodge juga dirancang untuk membangkitkan perasaan 'tersesat' di dalam hutan untuk para tamunya. Tutorial lain untuk mengangkat hutan di dalamnya merupakan pemakaian kaca yang lebar dimulai dari jendela, lantai sampai ke langit-langit di kamar tamu.

"Kaca itu membikin Kamu menonton serta memberbagi efek yang menarik dengan alam kurang lebih," kata dirinya meningkatkankan.

Selanjutnya, hotel ini dibuat dengan tinggi tiga lantai untuk memberbagi pemandangan hutan yang berlapis-lapis. Tingkat dasar, di mana area pintu masuk yang memperkenalkan pemandangan dua pegunungan lateral. Sebagian besar kamar tamu menempati dua lantai di atasnya supaya bisa menonton ke arah hutan dari ketinggian.

Anda praktis berada di dalam kanopi hutan. Pemandangan hutan hujan terkesan di setiap belokan dari dalam Mashpi Lodge.

Setidak sedikit 75 persen penerangan resor ini memakai lampu LED ekonomis energi. Tanki penyimpan airnya berasal dari sungai-sungai sekita serta memeliharanya lalu didaur ulang.


Warga setempat pun menanam produk organik, mulai dari buah serta sayuran untuk kebutuhan dapur hotel.

Proses pembangunan resor ini pada awalnya amat menantang. Saat hotel itu belum dihuni, burung-burung menabrak kaca jendela, lalu tim hotel merubah arah jendela dengan aspek yang tak sama jadi burung tak bakal menabraknya lagi.

Cara mengangkut bahan bangunan ke resor ini pun butuh perjuangan lebih. Untuk menghindari terganggunya satwa liar, arsitek resor memakai mobil kecil serta tak sedikit tenaga kerja, bukan truk.


Setiap lembar kaca dibawa masuk serta sebagian bahan dibuat di luar lokasi serta dirangkai begitu mereka tiba di lokasi.

"Anda wajib sangat sangat diam, serta Kamu tak bisa memakai truk besar untuk mengangkat bahan bangunan alias apabila satwa liar yang ingin dipamerkan bakal melarikan diri selamanya," jelas Berry.


Terbukti terjadi penurunan jumlah fauna di kurang lebih resor. Tetapi seusai beberapa tahun mereka semua kembali lagi. Mashpi Lodge sendiri sanggup menerima kurang lebih 2.200 tamu per tahun.

"Ekuador mempunyai tak sedikit resor cantik, tapi faktor yang istimewa dari sini merupakan bagaimana Kamu bisa mendekati hutan, serta awan Ekuador," kata seorang tamu, Michael Bloy. 




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger