Home » , , , , , , , , , , , » Garam Laut yang Kita Makan Terancam Pencemaran Plastik

Garam Laut yang Kita Makan Terancam Pencemaran Plastik

Written By admin on Selasa, 12 September 2017 | September 12, 2017


harian365.com  - Pencemaran plastik di laut yang saat ini menjadi persoalan global mengancam kandungan garam yang biasa dikonsumsi manusia sehari-hari. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa tak sedikit serpihan plastik yang tak dapat hancur mengontaminasi garam dapur di penjuru dunia.

Kontaminan yang berasal dari serat mikroplastik, dari plastik sekali pakai semacam botol, ditemukan dalam 12 sampel garam. Garam yang tercemar tersebut didapat dari garam yang dipasarkan di Inggris, Eropa, Amerika Serikat, serta China.

Sherri Mason, profesor Universitas Negeri New York di Fredonia, berkolaborasi dengan para periset di University of Minnesota untuk mengecek mikroplastik dalam garam, bir, serta air minum. 

"Plastik tak hanya meresap dalam masyarakat kami dalam keperluan sehari-hari, tapi juga meresap di lingkungan," ujarnya, semacam dikutip dari Dailymail.

Para ilmuwan pertama kali menemukan plastik dalam garam di Tiongkok pada tahun 2015. Ppostingan mikroskopis dari scrub wajah, kosmetik, serta botol plastik ditemukan pada sampel 15 produk garam di toko bahan makanan China. 


Awal tahun ini, ilmuwan asal Prancis, Inggris, serta Malaysia menguji 17 tipe garam dari delapan negara. Keenam belas sampel tersebut berisi ppostingan plastik kecil. Sejak saat itu, Inggris memkabarhukan larangan pemakaian microbeads plastik untuk produk semacam scrub wajah.

Sebelumnya, penelitian dari University of Plymouth juga menemukan bahwa lebih dari satu dari tiga ikan yang ditangkap oleh kapal pukat di Selat Inggris, tergolong cod, haddock serta mackerel, mengandung ppostingan plastik.


Sementara itu, penelitian oleh para pakar di University of Exeter sudah menemukan bahwa seluruh rantai makanan makhluk laut (mulai dari zooplankton sampai krustasea alias copepoda, kerang, kepiting, lobster serta ikan) sudah terkontaminasi mikroplastik.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger