Home » , , , , , , , , » Detik-detik Menegangkan Duel Master Deni Tewaskan Pencuri

Detik-detik Menegangkan Duel Master Deni Tewaskan Pencuri

Written By admin on Rabu, 13 September 2017 | September 13, 2017


harian365.com - Deni Rono (55) kaget memergoki pencuri yang menyelinap masuk rumahnya. Master silat ini lalu diancam bakal dibunuh oleh pencuri. Mereka berduel hingga akhirnya pencuri itu tewas.

Momen pencurian ini terjadi di rumah kedua Deni, Jalan Wiradharma V Blok R-15, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Senin 11 September 2017 kurang lebih pukul 07.30 WIB. Rumah itu kosong sejak setahun.

Deni menyambangi rumahnya untuk bersih-bersih serta memberi makan anjing peliharaannya. Kegiatan itu selalu Deni perbuat setiap pagi. Pagi itu. Deni kaget bukan kepalang saat mendapati rumahnya berantakan. Deni menonton sosok pria yang mengenakan penutup wajah serta berpakaian hitam-hitam sedang menghadap ke arah jendela di dalam kamar tidur utama. 


Tidak tinggal diam, Deni bergegas mengunci pintu serta jendela rumahnya supaya pria 'misterius' itu tak kabur. Tetapi, kehadiran Deni nyatanya tercium pencuri itu. Pencuri itu bahkan melontarkan ancaman bakal membunuh Deni.


Keduanya lalu terlibat duel. "Saya lihat ada orang yang menghadap ke jendela, dirinya bilang, 'Saya bunuh kamu.' Akhirnya, kita dorong-dorongan jendela. Dirinya pindah ke jendela satunya saya dorong lagi, lalu dirinya nimpuk, nggak tahu pakai apa. Saya mundur, semakin dirinya nimpuk lagi pakai tas. Seusai itu saya ambil bambu yang buat latihan. Saya masuk, lalu duel aja gitu," kata Deni menceritakan duelnya tersebut.

Deni yang adalah pelatih dari pelatih silat Merpati putih itu sontak mengeluarkan gerakan membela diri serta sigap menangkis serangan pencuri tersebut. "Ya refleks juga, saya kaget juga, sehingga otomatis (meperbuat pembelaan diri). Dirinya juga mengancam, 'Saya bunuh kamu'," kata Deni.

Pergulatan semakin berjalan. Deni berbicara pencuri itu juga mengeluarkan senjata tajam serta menyerangnya. Dirinya berusaha menangkis serangan pencuri tersebut. "Saya nggak tahu, belati itu dari mana. Dirinya ngambil senjata, saya nangkis sebab diserang. Saya pegang itu, saya teken hingga luka ini, semakin bergulat. Saya nggak tahu seusai saya lihat telah tergeletak. Saya keluar minta tolong," jelas Deni yang jari-jari tangan kanannya tampak diperban warna putih itu.


Duel yang berjalan 15 menit itu beres dengan tewasnya pencuri itu. Deni bahkan tak sadar betul apa tindakannya yang membikin pelaku meninggal. Pelaku tewas dengan luka tusuk di tahap rusuk kiri, lutut kiri, serta kepala tahap belakang. "Saya nggak tahu seusai saya lihat telah tergeletak. Saya keluar minta tolong," jelas Deni.


Deni merasa rumahnya telah diincar pencuri sebab kosong setiap malamnya. Sebab, ada berbagai kejadian kehilangan terjadi di rumah tersebut. Tiga sepeda motor sempat raib dari rumah Deni. "Mungkin diincar. Soalnya, rumah itu setiap malam kosong. Di rumah saya itu telah ada tiga motor yang hilang. Sebelum ada anjing itu, ada tiga motor (yang hilang). Motor saya ada dua serta motor tamu ada satu. Mungkin telah sasaran mereka telah lama itu," cerita Deni.


Kini, Deni tetap dihantui trauma. Deni shock seusai duel maut itu, "Saya trauma kayaknya nggak mau lagi tinggal di rumah itu. Hingga kini saya belum ke sana lagi ini. Coba bayangin kalau anak serta istri saya ada gimana itu, saya trauma, sejago-jagonya saya bela diri, kalau kayak begitu, ya shock juga," kata Deni. 






Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger