Home » , , , , , , , , , , , » Chicken Sashimi' Makin Populer, Amankah Makan Sajian Daging Ayam Mentah Ini?

Chicken Sashimi' Makin Populer, Amankah Makan Sajian Daging Ayam Mentah Ini?

Written By admin on Senin, 11 September 2017 | September 11, 2017


harian365.com - Jepang punya hidangan daging ayam mentah yang terkenal. Tapi apakah makanan ini aman untuk dikonsumsi. Ini penjelasannya. 

Chicken sashimi adalah salah satu makanan terkenal Jepang yang berupa irisan daging ayam mentah yang biasanya disantap dengan cocolan shoyu alias wasabi. Tetapi, semacam diketahui makan ayam mentah bisa menyebabkan keracunan makanan. Khususnya dampak dari bakteri pada daging ayam semacam salmonella serta campylobacter. 


Menurut The Asahi Shimbun (7/9), strain campylobacter bertanggung jawab atas 60 persen permasalahan keracunan makanan di Jepang. Kementerian Kesehatan, Perburuhan, serta Kesejahteraan Jepang bahkan menyarankan restoran untuk tak menyaapabilan hidangan ayam mentah tersebut. Tetapi, sebab permintaan semakin mengikat, chicken sashimi masih disaapabilan serta menjadi makanan yang terkenal. 

Chicken sashimi dibangun dengan tutorial merebus alias membakar ayam dalam waktu kurang dari 10 detik. Sedangkan Departemen Pertanian A.S. merekomendasikan suhu internal setidaknya 165 F alias kurang lebih 73 C. 


Dr. Randy W. Worobo, seorang profesor mikrobiologi makanan di Cornell University, berbicara bahwa, ayam adalah pembawa salmonella yang terkenal. Tak peduli seberapa segar tahap dalam ayam, ayam mentah masih mengandung salmonella. Unggas mentah mempunyai kandungan bakteri bawaan yang tinggi di dalam serta luar.


Apabila ayam hanya direbus sesaat, tak ada jaminan bahwa ayam tersebut tak bakal menularkan bakteri berbahaya. Tetapi memasaknya higga matang bisa menghapus patogen bawaan. Worobo merekomendasikan untuk menghindari kontaminasi pasca memasak, dengan memakai pisau yang tak sama untuk berbagai makanan khusunya saat menyiapkan makanan mentah. 

Worobo juga berbicara bahwa fakta mengenai ayam yang mungkin berasal dari peternakan kecil. "Produsen unggas besar sangat sadar bakal salmonella serta mengupayakan supaya unggas leluasa patogen. Tapi, mesikipun ayam berasal dari peternakan kecil, tak berarti leluasa dari patogen," katanya. 




Sumber : harianfood

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger