Home » , , , , , , , , , , , » Bersatulah Agar Indonesia Tak Menuai Malu Saat Asian Games 2018!

Bersatulah Agar Indonesia Tak Menuai Malu Saat Asian Games 2018!

Written By admin on Rabu, 06 September 2017 | September 06, 2017


harian365.com - Olahraga Indonesia tengah dalam kondisi darurat menyusul hasil kurang baik di SEA Games 2017. Stakeholder olahraga diminta bersinergi supaya Indonesia tidak malu saat Asian Games 2018. 

Ketua Umum PB Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI), Raja Sapta Oktohari, bertekad tidak mengulang melesetnya hasil SEA Games 2017. Dipatok sasaran delapan emas, balap sepeda hanya sanggup menyumbangkan dua medali emas untuk kontingen Indonesia. 

Apalagi, Asian Games 2018 telah di depan mata. Pengalaman pahit itu membikin PB ISSI meminta supaya sektor lain juga tidak mengulang kesalahan yang sama. 


"Kita bakal menjadi baginda rumah Asian Games, mestinya dengan energi yang dikeluarkan besar, uang yang dikeluarkan besar, kami wajib belajar dari Malaysia kemarin. Meski saya pribadi, menonton SEA Games itu semacam PON internasional. Pasti baginda rumah punya kepentingan besar untuk menang, tapi kami bisa ambil semangatnya dari sana," kata Oktohari terhadap pewarta, Selasa (5/8/2017). 

"Saya kira apa yang terjadi sekarang semacam membangunkan raksasa tidur. Raksasanya siapa? Indonesia. Lalu yang tidur siapa ? Kementerian serta lembaga. Selagi ini orang hanya tahu bahwa prestasi olahraga itu adanya di Kemenpora serta ukurannya medali. Begitu sekarang tidak bisa medali, semua pada ramai," Okto meningkatkankan. 

"Tapi orang lupa, ini semua wajib ada sinergitas kementerian serta lembaga. Nah, kami (balap sepeda) berapa kali gagal uji coba. Sebab apa? Tidak pernah bisa izin dari Setneg. Oh Setneg bilang, telah ada mekanismenya, betul. Tapi itu apabila sistemnya jalan. Apabila tidak? apakah kami saling menyalahkan," tutur dia. 

"Pertanyaannya sekarang itu merupakan Indonesia bakal menjadi baginda rumah Asian Games. Apakah ajang itu bakal menjadi kegiatannya Indonesia diinjak-injak oleh negara lain. Kan kami tidak mau. Makanya, yang lain wajib bangun. Sementara, Kemenpora manfaatnya ibarat jam weker membangunkan mereka semua, dengan meperbuat koordinasi lintas lembaga serta kementerian," jelas dia. 

Jadi intinya, kata dia, apapun risikonya, yang terpenting merupakan komitmennya menjuarai setiap pertandingan dulu.


"Kita bakar dulu semangat bangsa Indonesia. Jangan hingga Indonesia punya adat baru, adat pelit. Jangankan minta duit, kami minta tepok tangan saja tidak mau. Ini fakta loh. Jangan hingga ajang Asain Games ini sehingga memenyesalkan kami sebab kami telah keluar tenaga, telah keluar uang, perhatian, tapi peristiwatum Asian Games-nya tidak bisa apa-apa," ujar dia. 

Bos Mahkota Promotion ini juga mekualitas dengan waktu yang menyisakan satu tahun sebelum multievent negara-negara se-Asia itu digelar, Indonesia punya peristiwatum cocok untuk menyuarakan prestasi Indonesia sehingga nasional interest. 

"Semua wajib menjadi kepentingan seluruh stakeholder baik itu Setneg, Bapennas, maupun Kemenkeu, Bea cukai, semua lemaga yang ada di Indonesua, yang utamanya Kemenpora untuk memberi peran aktif," ujar dia.




Sumber : hariansport

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger