Home » , , , , , , , , , » Anggaran Satlak Prima 2018 Capai Rp 734,8 Miliar

Anggaran Satlak Prima 2018 Capai Rp 734,8 Miliar

Written By admin on Rabu, 20 September 2017 | September 20, 2017


harian365.com - Pemerintah bakal menggelontorkan Rp 734,8 miliar terhadap Satlak Prima pada tahun depan. Jumlah itu meningkat hingga Rp 500 miliar ketimbang tahun ini. 

Indonesia bakal menjadi baginda rumah Asian Games 2018. walau jumlah cabang olahraga prioritas lebih sedikit ketimbang SEA Games 2017, yang berdampak jumlah atlet lebih sedikit, Satlak Prima justru memperoleh pendanaan yang lebih besar. 

Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto berbicara jumlah biaya tersebut tidak dengan cara spesifik untuk pelatnas Asian Games, melainkan untuk kebutuhan Prima yang lainnya. 

"Kami memakai biaya tahunan, jadi tidak bisa menyebut itu hanya sertaa Asian Games saja," kata Soetjipto di Wisma Kemenpora, Selasa (19/9/2017). 

Sebagai fotoan, biaya Rp 734,8 miliar itu dengan indikasi basis atlet 500 orang, yang dibagi menjadi lima komponen. Komponen pertama tes performa awal serta tes performa fisik/skill atlet Rp 4,530 miliar, proses pembinaan kepelatihan perfoma tinggi (belanja bahan, belanja jasa profesi, belanja perjanana biasa Rp 420, 048 miliar, dukungan khusus (kompetisi, training camp, sports science, kesehatan, nutrisi serta pelatih asing) Rp 202,542 miliar, dukungan umum manajemen Rp 30,694 miliar, serta paralympic Rp 74,986 miliar. 

"Saat ini di Prima ada 52 cabor hingga SEA Games dengan jumlah di atas 1.000 atlet serta ofisial. Ini yang wajib dikembalikan lagi ke posisi awal. Artinya apa? Bakal terjadi rasionalisasi menuju Asian Games. Jumlah ini lah yang tengah digodok kami bersama-sama cabor dengan standar yang ditetapkan oleh Dewan Prima," Soetjipto membahas. 

"Tapi, kami wajib hati-hati sebab biaya (Rp 734,8 miliar) ini belum keluar, tapi kami wajib memakai pradipa. Japada bulan kini kami wajib telah menyusun kebutuhannya. Pastinya, Satlak Prima bakal bersama-sama dengan birokrasi untuk menyusunya. Sebab itu ranahnya yang paling berat," dirinya meningkatkankan. 

Menurut Soetjipto, penyusunan ini penting diperbuat dengan cara cepat supaya pihaknya bisa meperbuat lelang jadi pengiriman telah bisa diperbuat Januari. 

"Sekarang kami tengah bekerja di segi itu. Tapi di segi prestasi pasti tetap kami menganggap level perfoma SEA Games bisa dijadikan salah satu acuan dasar untuk menyusun rencana program latihan menuju Asian Games. Oleh sebab itu pasti bakal ada prioritas, bakal ada seleksi baru untuk atlet, pasti bakal ada penetapan training camp serta try out serta itu butuh hitungan rupiah yang teliti," ucapnya. 


Kriteria prioritas yang dirinya maksud selain berkaitan dengan cabor yang potensi emas, melainkan tutorial pemberian dukungan bagi cabor prioritas. 

"Semacam apakah cabor itu atletnya punya kesempatan meraih medali tinggi. Kemudian, bagaimana hingga akhir desember ini mengelola mereka apakah butuh diberi pelatih asing, dikirim ke luar negeri, kalau iya berapa lama? kompetisi apa yang diikuti? Suplemen yang diberbagi apa saja? Treatment apa yang diberbagi. Itu yang kami sebut prioritas biaya ke sana," tutur Tjipto yang juga mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut itu. 

"Data ini pula yang tetap kami tunggu dari cabor-cabor hingga awal Oktober ini. Sebab 1 Oktober kami bakal keluarkan SK atlet pelatnas yang baru untuk Asian Games," dirinya menyatakan. 




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger