Home » , , , , , , , , , , » Akhir Pekan, Menikmati Kota Tua Banda Aceh

Akhir Pekan, Menikmati Kota Tua Banda Aceh

Written By admin on Minggu, 10 September 2017 | September 10, 2017


harian365.com - Akhir pekan di Banda Aceh bisa dihabiskan dengan meperbuat tak sedikit hal. Salah satunya adalah berwisata ke kawasan kota tua Banda Aceh.

Menikmati akhir pekan, puluhan mahasiswa dari beberapa kampus serta anak buah komunikasi mengunjungi kota tua Banda Aceh. Mereka berlangsung kaki untuk melongok situs-situs sejarah peninggalan masa kerajaan, masa Belanda sampai kini ini.

Kegiatan Wet-wet Koetaraja yang dikemas dengan tema "menelisik kisah kota tua Banda Aceh" dimulai dari Taman Sari, Kota Banda Aceh, Sabtu (9/9/2017).


Seusai menikmati serta mendengar sejarah mengenai tempat tersebut, mereka bergerak ke tempat penampungan air peninggalan Belanda. Lokasinya tak terlalu jauh.


Para peserta wet-wet (jalan-jalan) Koetaraja (kini Banda Aceh) terkesan sangat antusias menikmati website sejarah di ibukota Provinsi Aceh. Tidak hanya Taman Sari, mereka juga berkunjung ke keraton, Pendopo Gubernur Aceh yang adalah bangunan bekas peninggalan Belanda serta beres di Gunongan.

Gunongan sendiri yaitu bangunan peninggalan sejarah yang dibuat Sultan Iskandar Muda untuk menghibur istrinya. Di Gunongan, peserta disambut oleh dua perempuan yang bermain tarian.


Kegiatan wet-wet kota tua yang diinisiasi International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) ini ditutup dengan makan bu kulah, nasi terbungkus daun pisang dengan aneka lauk.

Asisten Projek ICAIOS, Pratitou Arafat, berkata, kegiatan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Banda Aceh selalu digelar setiap dua bulan sekali. Khusus untuk kegiatan kali ini pihaknya ingin menawarkan sejarah kota tua Banda Aceh terhadap mahasiswa serta masyarakat umum.

"Yang kami putari kali ini adalah kota tuanya Banda Aceh mulai dari peninggalan zaman kerajaan, zaman Belanda sampai kondisi kini ini. Tujuannya ini untuk edukasi," kata Pratitou terhadap wartawan di lokasi.


Saat mengunjungi kota tua, pihaknya ingin membawa serta menawarkan mengenai website adat di Banda Aceh yang tetap bisa dinikmati sampai sekarang.

Sebelum wet-wet koetaraja, pihaknya juga telah menggelar kegiatan serupa yaitu wet-wet gampong dengan mengunjungi desa-desa di Kota Banda Aceh.

"Kita selagi ini tinggal di kota ini tapi tak sempat tahu sebetulnya apa yang ada di kota ini," jelas Pratitou.




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger