Home » , , , , , , , , , , , , , » Agar Tetap Sehat, Lebih Baik Kurangi Asupan Karbohidrat daripada Lemak, Ini Alasannya

Agar Tetap Sehat, Lebih Baik Kurangi Asupan Karbohidrat daripada Lemak, Ini Alasannya

Written By admin on Senin, 04 September 2017 | September 04, 2017


harian365.com - Tidak sedikit orang jalani diet rendah lemak supaya lebih sehat. Tetapi suatu  penelitian menyebut konsumsi makanan rendah lemak justru berisiko kematian dini. 

Studi Lancet, yang melibatkan lebih dari 135.000 orang dari 18 negara, menemukan bahwa diet tinggi lemak, tergolong lemak jenuh serta lemak tidak jenuh berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah kurang lebih 23 persen. Sebagai perbandingan, asupan karbohidrat yang tinggi berkaitan dengan risiko kematian dini 28 persen lebih tinggi. 


Studi ini juga menemukan bahwa rata-rata, makanan orang di seluruh dunia terdiri lebih dari 60 persen energi dari karbohidrat serta 24 persen energi dari lemak, lapor delish (30/8),. Meskipun NHS memperingatkan untuk tidak terlalu tidak sedikit mengonsumsi lemak jenuh yang berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol, para penulis penelitian berbicara bahwa hasil penelitian menunjukkan, lebih baik fokus mengurangi asupan karbohidrat daripada mengurangi asupan lemak.

Dr. Mahshid Dehghan dari McMaster University, Kanada, berbicara bahwa di negara berpenghasilan rendah serta menengah, makanan kadang-kadang terdiri lebih dari 65 persen energi dari karbohidrat. Mereka wajib lebih fokus mengurangi asupan karbohidrat, dibandingkan dengan mengurangi asupan lemak.

"Diet paling baik mencakup keseimbangan karbohidrat serta lemak, kurang lebih 50-55% karbohidrat serta kurang lebih 35% lemak total, tergolong lemak jenuh serta tidak jenuh. Studi kami tidak menemukan manfaat lemak trans, yang biasanya ada di makanan olahan. Faktor ini membuktikan jelas bahwa lemak trans sama sekali tidak sehat," ungkap Dr. Mahshid. 


Saat ini, pemerintah Inggris menyarankan untuk mengurangi semua lemak serta menggantinya dengan berbagai lemak tidak jenuh. Bagaimanapun, diet rendah lemak jenuh, yang biasanya ditemukan pada produk lemak hewani semacam susu serta daging, bisa menambah kemungkinan kematian dini sebesar 13 persen. Dibandingkan dengan mereka yang mempunyai asupan lebih tinggi. 

Penelitian tersebut terbukti menyarankan supaya kami lebih memperhatiakan jumlah karbohidrat dalam makanan. Tetapi bukan berarti kami wajib menghindari berbagai makanan yang mengandung karbohidrat. 


'Sejumlah karbohidrat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi selagi beraktivitas. Kurang lebih 50-55% energi dari karbohidrat adalah asupan yang cocok, dibandingkan dengan konsumsi karbohidrat lebih tinggi alias lebih rendah," kata Dr Dehghan menyimpulkan. 




Sumber : harianfood

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger