Home » , , , , , , , , , » Vihara Bodhigiri di Blitar: Gerbang Kebebasan Duniawi

Vihara Bodhigiri di Blitar: Gerbang Kebebasan Duniawi

Written By admin on Minggu, 13 Agustus 2017 | Agustus 13, 2017


harian365.com - Liburan di Blitar saat ini selain sekedar jalan-jalan. Kalian bisa menyejukkan hati dan pikiran di Vihara Bodhigi yang mempunyai gerbang keleluasaan duniawi.

Gerbang keleluasaan berdiri megah di pinggir tebing curam 550 mdpl di Desa Balerejo Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Diberi nama Gerbang Kebebasan, sebab melalui simbol gerbang dari pintu Jati kokoh inilah, manusia bisa merasakan keleluasaan nafsu duniawi.

Disinilah semua umat beragama datang, untuk mencari pengertian kedamaian. Baik melalui diskusi ataupun belajar meditasi. 

"Orang yang masuk gerbang ini, dirinya berusaha untuk melepaskan kemelekatan, keikatan dengan dunia luar. Tapi orang keluar dari dalam melalui gerbang ini, dirinya telah mendapat pencerahan dan bakal membebaskan orang lain dari keduniawian," jelas Bhikkhu Uttamo ditemui hariantravel, Sabtu (12/8/2017).

Gerbang keleluasaan ini terbukti pintu masuk menuju Vihara Bodhigiri. Alias warga kurang lebih menyebutnya Panti Semedi Balerejo. Terletak di Timur Tenggara 25 km Kota Blitar.


Ada tiga areal bangunan diatas tanah seluas 60.000 meter ini. Terdiri dari areal paling bawah sebagai tempat spiritual. 

"Tidak hanya umat Budha datang kesini. Tapi umat lain berkumpul disini. Kita diskusi mengenai hakekat manusia, alam dan Tuhan," ungkap Bhikkhu Uttamo.

Areal lebih atas adalah lokasi wisata, dimana hampir tiap hari ada ribuan wisatawan luar dan dalam negeri berlangsung-jalan di areal ini. Sepanjang lorong di areal ini, tampak berjajar relief semacam di Candi Borobudur dan Prambanan. 

"Relief mutlak menceritakan bahwa keharusan manusia nasib di bumi itu saling mengasihi. Tidak boleh membikin sengsara manusia alias makhluk lainnya," tutur Bhikkhu .

Relief selanjutnya, menceritakan bahwa manusia harus share. Selain dengan sesama manusia, tapi juga menjaga keharmonisan dengan sesama makhluk dan alam alias semesta. Dan relief ketiga, lanjut Bhikkhu Uttamo, manusia seusai berusaha dengan alam tempat nasibnya, selebihnya memasrahkan kenasiban terhadap Sang Pencipta . 

"Relief ini sebetulnya tuntutan bagaimana manusia bisa mencapai damai, tersanjung dan sejahtera selagi nasib didunia. Dan ini ada disemua ajara agama maupun kitap sucinya," paparnya.

Di dataran tertinggi, adalah tempat meditasi. Ada yang dalam ruangan, ada yang beratap langit. Suasana tenang, hawa sejuk dan pemandangan alam menakjubkan membikin berbagai pengunjung memilih tempat ini. Ada yang sekedar menikmati indahnya pemandangan, ada juga yang sengaja datang untuk mencari ketenangan.

"Saya dari Yogya ke sini sama suami. Telah biasa kesini, rasanya tenang kalau pulang dari sini. Kita hanya ngobrol sama Bante (Bhikkhu Uttamo) lalu meditasi," kata Julian (52).

Bulan Juli hingga dengan bulan Oktober alias yang lebih dikenal dengan masa Vassa, masa tiga bulan dimana para Bhikkhu tinggal di satu tempat tertentu untuk lebih giat berlatih diri dalam bermeditasi. Dan selagi masa Vassa itu pula para peserta meditasi disana bisa berlatih bersama dengan pemimpin Vihara Bodhigiri/Panti Semedi Balerejo yaitu Bhikkhu Uttamo.


Pada masa Vassa ini, orang yang datang jumlahnya ribuan. Bukan hanya warga lokal dari Blitar Raya. Tetapi mereka juga datang dari daerah-daerah/kota-kota lain, sebut saja Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Malang dan lainnya untuk memperoleh ketenangan dan kedamaian pikiran dengan melakukan meditasi.

Tetapi tidak sedikit juga umat beragama lain yang datang kesini. Tidak sedikit justru ulama alias tokoh agama lain yang berdiskusi mengenai keberagaman dalam cinta kasih sesama. 

"Saya tidak jarang disini di skusi dengan para Ulama dan tokoh agama lain. Kita bicarakan bagaimana masih menjaga keselarasan dan harmonisasi antar umat beragama. Landasannya rasa cinta kasih sesama manusia," aku Sang Bhikkhu.

Tak sedikit juga, umat beragama lain yang berkonsultasi dan ingin belajar meditasi. 


"Tempat ini ideal untuk bermeditasi, dimana latihan meditasi sendiri adalah latihan untuk mengendalikan pikiran, ucapan dan lakukanan," terangnya.

Apabila tertarik kesana, jalan masuk jalan sangat mulus bisa dilewati semua tipe kendaraan. Jalur utamanya, kantor Kelurahan Wlingi ke arah Utara kurang lebih 10 km.




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger