Home » , , , , , , , , , , , » Tora Sudiro Mengidap Sindrom Tourette, Kelainan Apakah Itu?

Tora Sudiro Mengidap Sindrom Tourette, Kelainan Apakah Itu?

Written By admin on Kamis, 10 Agustus 2017 | Agustus 10, 2017


harian365.com - Baru-baru ini pengacara Tora Sudiro, Lydia Wongsonegoro, mengungkapkan kliennya mengidap sindrom tourette serta insomnia. Berhenti mengonsumsi obat penenang Dumolid atau nitrazepam membikin gejalanya memkurang baik.

Dirangkum dari beberapa sumber, sindrom tourette adalah gangguan kerja jaringan otak atau kelainan pada neurotransmitter (saraf yang menghantarkan pesan ke seluruh anak buah tubuh supaya bekerja sebagai mana mestinya).

Menurut Prof Dr Teguh AS Ranakusuma, SpS(K), sindrom ini dapat dikarenakan hal genetik yang didukung oleh lingkungan, semacam stres yang dialami oleh seorang bunda saat tetap mengandung anak dengan sindrom tersebut.

Saat dihubungi harianhealth baru-baru ini, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini membicarakan banyak permasalahan ini menyerang anak yang tetap dalam usia sekolah.

"Biasanya ini terjadi pada anak SD hingga anak SMP, " tuturnya.

Tidak menutup kemungkinan sindrom ini juga dimiliki oleh orang yang telah dewasa. Risiko sindrom ini pun lebih besar menyerang pria dibandingkan wanita.


Ketika seseorang mempunyai sindrom tourette gejala yang timbul merupakan gerakan yang hiper, gerakan spontan (tic) baik pada anak buah badan maupun suara yang tak terkendali. Namun, untuk memahami lebih lanjut butuh adanya diagnosis dokter demi langkah pengobatan yang lebih baik.

Masih menurut dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) tersebut, sindrom tourette sebetulnya tak tergolong sindrom yang langka. Setidak sedikit 0,5 sampai 13 per 10.000 orang terdiagnosis mengalami sindrom tourette.


Menengok sejarah, asal usul nama sindrom ini berasal dari nama seorang dokter serta neurolog Perancis, Georges Albert Édouard Brutus Gilles de la Tourette. Dokter inilah yang mencatat tentang sembilan pasien yang mengidap sindrom serupa di tahun 1885. 




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger