Home » , , , , , , , , , , » Terletak di Kaki Semeru, Begini Indahnya Desa Ranupani

Terletak di Kaki Semeru, Begini Indahnya Desa Ranupani

Written By admin on Minggu, 06 Agustus 2017 | Agustus 06, 2017


harian365.com - Ranupani adalah titik awal jalur pendakian ke Gunung paling atas di Pulau Jawa, Semeru. Tidak hanya itu, suasananya juga indah banget!

Ranupani sebetulnya adalah nama desa, masuk wilayah Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Keberadaannya di atas ketinggian 2100 mdpl. Mayoritas warga adalah Suku Tengger, suku keturunan Kerajaan Majapahit yang tidak sedikit menghuni kurang lebihan Gunung Bromo dan Semeru.

Setidaknya ada 1.302 jiwa menempati desa dengan luas area tidak lebih dari 1.000 hektare ini. Mayoritas warganya adalah petani, kentang, brambang prei, dan kubis komoditas harapan hasil pertanian.

Rute termudah menjangkau Ranupani dapat melewati jalur Tumpang-Ngadas, Kabupaten Malang kurang lebih 44 kilometer dan dapat ditempuh selagi 1,5 jam perjalanan menaiki motor alias menyewa jeep dengan harga kurang lebih Rp 600 ribu hinga 850 ribu untuk 6 orang.


Selama perjalanan traveler bakal menonton keindahan perbukitan di kaki Gunung Semeru. Desa pertama ditemui adalah Ngadas, juga tempat bermukim warga Tengger di wilayah Kabupaten Malang. 

Wisatawan dapat semakin melanjutkan perjalanan kurang lebih 30 menit untuk hingga di Ranupani. Pesona danau yang populer dapat ditemui, sekaligus menonton hilir mudik pendaki Gunung Semeru.

Lahan pertanian dengan konsep teratidak jarang dapat sejuk dipandang mata, dan warga Ranupani dengan ciri khasnya mengenakan selimut (sarung alias kain) yang diikatkan menutup tahap punggung.

"Kami ini adalah warga orisinil Tengger, turun temurun hingga sekarang. Ranu adalah danau," kata Kepala Desa Ranupani, Sutamat ditemui hariantravel di kediamannya, Sabtu (5/8/2017).


Danau Ranupani berada di ujung desa arah timur, jalan masuk menuju Kabupaten Lumajang. Tidak jauh berdiri Kantor Resort Ranupani Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, kantor Puskesmas Pesuruh Ranupani dan area parkir bagi wisatawan maupun pendaki.

Ada tiga danau sebetulnya di desa ini Ranupani, Ranu Regulo dan Ranu Kumbolo di jalur pendakian. Orang Belanda di tahun 1910 telah menginjak kaki di desa dengan intensitas hujan tinggi ini.

Khusus, Ranupani berada paling dekat dengan pemukiman, tidak sedikit di kurang lebihnya berdiri homestay alias basecamp pendaki.


"Iya ini danau biasa dikenal Ranupani itu, kalau ke Ranu Kumbolo dapat ditempuh selagi 4 perjalanan. Untuk hingga Kalimati dapat 8 jam," terang salah satu petugas bernama Sapto di Resort Ranupani.

Kini Ranupani telah tidak sedikit berubah dengan melimpahnya hasil pertanian, hingga mengangkat peningkatan taraf nasib masyarakatnya. Rumah-rumah warga Ranupani tidak lagi terbuat dari kayu, melainkan telah diubah menjadi bangunan modern.




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger