Home » , , , , , , , , , » Siapa Bilang Merokok Bikin Orang Jadi Pemberani? Studi Ini Berkata Lain

Siapa Bilang Merokok Bikin Orang Jadi Pemberani? Studi Ini Berkata Lain

Written By admin on Minggu, 06 Agustus 2017 | Agustus 06, 2017


harian365.com - Tidak sedikit perokok yang berasumsi bahwa menghisap tembakau bakal membangkitkan jiwa pemberani
mereka. Tetapi suatu  riset justru mengatakan lain.

Penelitian diperbuat oleh Dr Jan Haaker dari University Medical Centre, Hamburg-Eppendorf, dengan memantau respons ketakutan yang terkesan pada 376 responden sehat. Seperlima di antaranya adalah perokok aktif. 

Masing-masing responde diperlihatkan sejumlah simbol di layar monitor. Tetapi ketika simbol-simbol tertentu diperlihatkan, responden bakal memperoleh sensasi setrum dari listips. Faktor ini memicu ketakutan tersendiri bagi responden.

Untuk melengkapi data mereka, tiap responden juga diminta mekualitas seberapa tinggi tingkat stres, ketakutan serta ketegangan mereka selagi menjalani tes. Keesokan harinya, tes yang sama diulangi lagi tetapi tanpa sensasi setrum untuk menghapus trauma responden.

Nyatanya, sebagian besar responden yang juga perokok menunjukan respons takut yang lebih besar dibanding bukan perokok. Begitu juga saat tes hari kedua diperbuat. Mereka tak lebih sanggup menghapus ketakutan yang terlanjur tumbuh di hari sebelumnya.

"Rokok bisa menghambat performa otak untuk mengelola rasa takut yang berkaitan dengan memori alias kenangan tertentu, utamanya ketika bahaya itu sebetulnya telah tak ada," ungkap Haaker semacam dilaporkan Daily Mail.

Akibatnya, ketika dihadapkan pada kejadian traumatis, yang bersangkutan tak lebih sanggup mengelola rasa takut serta kecemasan yang dimilikinya. 


Selain itu, makin kurang baik serta makin lama kebiasaan merokok yang diperbuat, makin besar pula akibatnya kepada otak. Pada akhirnya mereka berisiko tinggi mengalami gangguan mental yang kurang baik semacam fobia alias PTSD (post-traumatic stress disorder). 

Di segi lain, merokok menjadi kebiasaan yang menetap pada orang-orang dengan PTSD.

Tetapi Haaker serta timnya mengklaim, mereka yang mengidap trauma bisa didorong untuk berhenti merokok apabila ingin pengobatannya lebih manjur, bahkan pada sebagian orang menghentikan kebiasaan ini bisa mencegah seseorang terserang PTSD.




Sumber : harianhealth


Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger