Home » , , , , , , , , , , » Setelah Terperosok ke Lubang yang Sama, Ini Rencana Menpora untuk Pelatnas

Setelah Terperosok ke Lubang yang Sama, Ini Rencana Menpora untuk Pelatnas

Written By admin on Kamis, 31 Agustus 2017 | Agustus 31, 2017


harian365.com - SEA Games 2017 Kuala Lumpur menjadi fotoan paling kurang baik wajah olahraga Indonesia. Menteri Pemuda serta Olahraga Imam Nahrawi melemparkan bacaan menanggulangi persoalan-persoalan klasik. Semacam apa? 

Kejadian-kejadian pada SEA Games 2017 seolah hanya ulangan dari dua tahun lalu. Baik hasil, maupun respons para stakeholder olahraga. 

Indonesia finis di urutan kelima SEA Games 2015 Singapura dengan perolehan 47 medali emas. Waktu itu, Menpora Imam segera meminta maaf serta menjanapabilan bakal membenahi semua kelemahan persiapan menuju SEA Games. Tergolong menjamin tidak ada lagi ketelatan uang saku, peralatan latih tanding, serta kepastian ujicoba. 


Dalam prosesnya, tidak sedikit yang mekualitas, persiapan SEA Games 2017 justru lebih tidak sedikit persoalannya. Tidak hanya uang saku telat, peralatan latih tanding yang telat, serta uji coba yang minim, tidak sedikit cabang olahraga yang nomaden seusai berbagai venue direnovasi untuk menyambut Asian Games. 


Misi Indonesia untuk membenahi peringkat pun kandas. Bahkan, Indonesia meraih medali emas paling sedikit sejak mengikuti SEA Games pertama kali, pada 1977, dengan mengantongi 38 emas. 

Menpora Imam kembali minta maaf. Imam kemudian menggelar konferensi pers di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta serta sekali lagi menjanapabilan bakal ada perubahan untuk mendukung pelaksanaan pelatnas, Kamis (31/8/2017) di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta. 

"Selain mohon maaf telah barang pasti kita bakal perbuat upaya besar sebab soal olahraga ini merupakan soal harga diri bangsa serta wajib ditangani serius. Semua persoalan soal atlet telah lumayan saya pahami. Ketelatan, ketidak lebihan, telah saya pahami, tapi kehati-hatian merupakan prinsip mutlak khususnya dalam penyelesaian akomodasi honor dsb. Sebab itu, penyelesaian ini tidak dapat hanya bersifat parsial, tapi menyeluruh. Sebabnya, saya bakal perbuat kebijakan yang baru. Jadi sertaa tidak hanya dari APBN tapi juga berasal non APBN," ucap Imam. 


Terobosan Itu Bernama LPDUK

"Kami punya LPDUK (lembaga pendanaan khusus olahraga) di situ kelak lembaga yang bakal menampung jadi katakanlah ada pergeseran atlet, ada akomodasi yang wajib dibayar per hari ini juga. Sementara kalau lewat APBN wajib proses serta administrasi, sebab kalau tidak jadi temuan KPK. LPUDK ini yang bakal menerobos itu. Jadi tidak ada lagi kelak persoalan-persoalan itu. Sertaa LPUDK baru dibentuk, jadi jangan dianggap saya tidak meperbuat langkah. Ya enggak juga," Imam membahas. 

"Nantinya, sertaa-dana itu bakal berasal dari BUMN, donasi-donasi, serta swasta. Untuk mengawalnya, saya juga wajib melibatkan aparat hukum, Kejaksayaan, Kepolisian, BPKP, serta KPK wajib kita libatkan jadi tidak ada soal di belakang hari," katanya. 

Persoalan terobosan soal sertaa sebetulnya bukan hari ini saja, pemerintah juga sempat mencetuskan soal yayasan sertaa olahraga serta bapak asuh. 




Sumber : hariansport

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger