Home » , , , , , , , , , , , » Setelah Roasting, Kopi Harus Diuji Melalui Cupping Sebelum Disajikan

Setelah Roasting, Kopi Harus Diuji Melalui Cupping Sebelum Disajikan

Written By admin on Senin, 07 Agustus 2017 | Agustus 07, 2017


harian365.com - Proses cupping diperbuat seusai proses roasting. Uji rasa kopi ini untuk observasi rasa serta bau dari kopi, sebelum kopi disaapabilan. 

Coffee cupping alias bagianan pencicipan kopi ini lebih tak jarang digeluti kalangan professional yang sudah terlatih. Tetapi cupping ini sebetulnya lumayan mudah untuk dipelajari oleh siapapun tergolong bagi Kamu pecinta kopi. Sederhananya, cupping adalah salah satu bagianan seusai brewing, kopi dianalisa rasanya. Mulai dari konsistensi sampai karakterisitik kopi tersebut. 


Menurut Mimi Alawiyah, salah seorang Q Grader dari Indonesia Coffee Academy teknik cupping ini sendiri lumayan penting. Sebab hasil dari analisa cupping dapat dijadikan acuan apakah kopi yang disaapabilan bernilai tinggi alias rendah. 

Selain nilai, persoalan bau serta kekuatan rasa juga menjadi faktor mutlak diperbuatnya cupping sebelum disaapabilan. "Cukup susah untuk membedakan asal biji kopi, sebab hampir semua biji kopi terkesan sama. Tapi ketika melewati bagianan cupping, itu bakal mempermudah proses identifikasi biji kopi. Sebab mereka mempunyai rasa yang tak sama seusai diseduh," tutur Aris, salah satu Q Grader dari Anomali Coffee ketika membahas proses roasting serta detil biji kopi. 



Proses cupping pun terbilang mudah, ada 11 indikasi nilai dalam menganalisa kopi. Tetapi yang paling mutlak adalah aroma, rasa, after taste, tingkat keasaman, keseimbangan, serta karakteristik rasa. Cupping dimulai ketika biji kopi berakhir di-roasting. 

Dalam roasting hari ini biji kopi yang dipakai tipe arabika dari Jawa, yang dibagi menjadi tiga tipe roasting, yaitu light, medium, serta dark. Peserta diajak untuk mencium bau dari tiga tipe hasil roasting ini, serta diminta menilainya dengan menuliskan point dari 6-9 di lembar penilaian yang sudah diberikan. 

Seusai itu kopi kemudian diseduh alias di-brew memakai teknik agitasi tanpa alat. Mimi membahas bahwa terus tak sedikit alat yang dipakai dalam penyeduhan kopi maka bakal memunculkan kekuatan serta karakteristik yang tak sama sesuai dengan tingkat ekstraksi kopi itu sendiri. Seusai kopi diseduh, Mimi kemudian membahas tata tutorial menghirup bau kopi yang sudah diseduh.

"Hindari menyentuh gelas kopi dengan tangan, sebab dapat mengubah bau kopi apabila tangan kami memakai cologne alias body lotion. Sehingga gunakan sendok saja," ungkapnya. 

Caranya pun tak sembarangan, pertama sendok dicelupkan ke dalam permukaan kopi. Kemudian di dorong ke arah tepi cangkir sebelum kami cium aromanya selagi berbagai detik. Seusai itu putar sendok melingkari cangkir kopi, kemudian dorong kembali sendok ke tepian, sebelum mencium bau kopi sekali lagi untuk mengonfirmasi bau serta menjadi tolak ukur perbandingan dengan bau kopi lainnya. 


Sebelum mencicipi kopi, lebih baik krema yang berada di dalam kopi dibersihkan sebab bakal mempengaruhi rasa orisinil dari kopi tersebut. Tetapi, faktor ini tak berlaku pada tipe kopi espresso yang populer dengan kremanya. Ketika mencicipi kopi, dianjurkan memakai sendok dengan tutorial kopi diseruput dari sendok. 

Terus kopi mempunyai tak sedikit rasa, semacam asam, pahit, manis, fruity, maka terus keren nilai kopi tersebut, serta sebaliknya. Apabila kopi hanya terasa pahit alias asam itu menunjukkan rendahnya nilai secangkir kopi. Tingkat keasaman alias acidity juga diperhatikan, terus kopi tak pahit maka terus tinggi pula tingkat keasaman pada kopi tersebut. 


Seusai mencicipi kopi, peserta diminta membahas after taste alias rasa kopi. Apabila terasa pahit, lengket di tenggorokan, alias asam di lidah, itu artinya kopi tersebut bernilai kurang baik. Terus ringan after taste dari suatu  kopi, memperlihatkan nilai kopi itu sendiri.




Sumber : harianfood

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger