Home » , , , , , , , , » Serukan Hak-haknya, Perokok Pasif Ingin Bebas dari Paparan Racun

Serukan Hak-haknya, Perokok Pasif Ingin Bebas dari Paparan Racun

Written By admin on Kamis, 10 Agustus 2017 | Agustus 10, 2017


harian365.com - Rokok mengandung lebih dari 40 ribu zat kimia berbahaya, salah satunya merupakan zat karsinogen. Yaitu zat berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit kanker.

Selain penyakit kanker, rokok juga dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan serta bahkan menyebabkan penyakit jantung, stroke serta penyakit lainnya yang biasanya tertera pada kemasan rokok.

Menurut dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dr Feni Fitriani Taufik, SpP(K), MPdKed berbicara bahwa risiko tersebut bukan hanya dapat terjadi pada perokok aktif, tetapi orang yang tak merokok tetapi terkena paparan asap rokok (perokok pasif) pun dapat berisiko penyakit-penyakit tersebut.

"Kalau dari sisi bahaya itu sama... Bahayanya sehingga perokok pasif ya dirinya yang sehingga korban, perokok yang mengisap tapi giliran kebagian sakit dirinya (perokok pasif) yang kena," ujarnya saat ditemui pada talkshow Ruang Publik serta Diskusi 'Berani Menyuarakan Hak Perokok Pasif' di Rivoli Hotel, Jalan Kramat Raya No. 41, Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017).


dr Feni membicarakan bahayanya asap rokok merupakan ppostingan-ppostingan yang terkandung di dalamnya dapat menempel di mana saja, misal di tubuh, pakaian, rambut, dinding, karpet, serta lainnya. Serta ppostingan ini mudah dihirup alias menempel lagi pada perokok pasif.

Menonton fakta yang telah terjadi, Zainudin serta Ibnu Haykal merupakan sedikit orang yang menjadi korban dari asap rokok orang lain. Zaiunidin mengidap kanker pita suara yang mengwajibkannya menjalani kenasiban dengan leher bercelah. Sedangkan Haykal terdiagnosis sesak napas sejak duduk di bangku SMP.

Sebab faktor itu, Haykal semakin-menerus mengkampanyekan hak perokok pasif. "Saya bawa pemen karet permen lolipop. Umpama ke kawan-kawan saya 'gue nggak dapat nih sama asap rokok tuker dulu nih sama permen karet alias permen lolipop'" ceritanya dalam agenda yang sama.


"Kalau ke temen sendiri sukses. Bahkan kawan saya ada yang perokok berat telah berhenti merokok," imbuh Haykal.

Begitu berbahayanya kesehatan orang yang terpapar asap rokok, pengagas petisi hak perokok pasif, Ellysabeth Ongkojoyo berbicara bahwa pentingnya memilih lingkungan yang baik, yaitu lingkungan yang leluasa dari asap rokok.

"Aku dapat rutin ganti kawan, tapi aku nggak dapat ganti nyawa," ujarnya ditemui dalam agenda yang sama.

"Kalau lingkungannya nyatanya nggak baik buat anak-anakku, buat aku juga, ngapain aku berkawan sama orang yang efeknya kurang baik bagi kita," pungkasnya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger