Home » , , , , , , , , » Sejarah Istilah Saracen yang Populer di Masa Perang Salib

Sejarah Istilah Saracen yang Populer di Masa Perang Salib

Written By admin on Kamis, 24 Agustus 2017 | Agustus 24, 2017


harian365.com - Suatu  kelompok penyebar isu berbau suku, agama, ras, serta antargolongan (SARA) menamai diri mereka sebagai Saracen. Sindikat ini bahkan kerap menyebar proposal ke sejumlah pihak serta menyebutkan dapat menyebar isu bernuansa SARA.

Puluhan juta rupiah mereka ajukan ke pihak tertentu yang mengatasnamakan Saracen. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Faril Imran berbicara kelompok Saracen adalah buzzer yang dibayar untuk menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) bernuansa SARA sampai kabar hoax. Mereka mempunyai pengikut sampai ratusan ribu akun.

Polisi belum menyebutkan apa argumen kelompok ini menggunakan nama Saracen. Nama ini sebenarnya mempunyai sejarah panjang walau sebenarnya belum tercatat siapa yang pertama kali menamakan diri sebagai Saracen.



Pada abad pertengahan, seorang penulis dari Cambridge University, Inggris, bernama Simon Ockley menulis mengenai sejarah Saracen. harianhot mengutip dari buku tersebut yang berjudul The History of Saracens yang ditulis pada tahun 1711 serta 1718, Kamis (24/8/2017), Ockley hanya bercerita mengenai orang-orang yang disebut sebagai Saracen.

"Awal mula (kisah) kekaisaran Saracen diwariskan terhadap kami oleh masa penulis-penulis Yunani," tulis Ockley.

Dia juga menyebutkan bahwa asal muasal Saracen tetap butuh penelitian lebih lanjut sebab tidak sedikit hal-hal yang meragukan. Saracen juga disebut tidak sedikit menundukkan pemerintahan lain serta menawarkan 'wajah baru'.

Secara umum Ockley memaknai Saracen sebagai orang-orang Arab pengikut Nabi Muhammad. Ockley menulis nama Muhammad dengan 'Mahomet'. 

Pada suatu  bab, Ockley juga menuliskan mengenai Islam yang adalah agama bagi pengikut Nabi Muhammad. Ockley juga memaparkan mengenai agama yang dianut orang Arab alias Saracen berasal dari Ibrahim serta putranya, Ismail.

Ada pula pendapat bahwa Saracen berasal dari bahasa Yunani. Pelafalan Saracen juga mirip dengan bahasa Arab, Syarqiyyin, yang berarti 'orang-orang Timur'.

Pada abad pertengahan, Saracen digunakan oleh orang Kristen di Eropa untuk menyebut orang Islam. Konotasi dari Saraken bagi penganut Kristen di Eropa pun tidak sedikit dipengaruhi oleh kisah-kisah Perang Salib. Dalam perang salib, ada pula nama Salahuddin Al Ayyubi alias Saladin.


Kembali terhadap buku yang ditulis Ockley, dirinya juga menceritakan mengenai para Khalifah (Caliph). Ada kisah mengenai Khalifah Ustman (Othman) yang juga disebutnya sebagai Saracen.

Di Inggris, tempat asal Ockley, orang Islam mulai tinggal serta menjalankan aliran agamanya dengan cara terbuka pertama kali pada abad ke-16. Penyebab keberadaan umat Muslim di Inggris adalah pengucilan Ratu Elizabeth dari Katolik Eropa. 

Paus Pius V dengan cara resmi mengucilkan Sang Ratu pada tahun 1570. Faktor inilah yang menjadikan Ratu bertindak di luar perintah Paus. Kala itu Paus melarang perdagangan antara Kristen dengan kaum Muslimin.

Sebelum pemerintahan Elizabeth, tidak sedikit orang Inggris yang tidak tahu apa itu Islam. Mereka tetap menyebutnya sebagai 'Saracen'. Kata-kata 'Islam' alias 'Muslim' baru dengan cara resmi diserap ke bahasa Inggris pada abad ke-17 alias kurang lebih seabad sebelum Ockley menulis buku 'The History of Saracen'.




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger