Home » , , , , , , , , , , , , , » Sebelum Diseduh Jadi Kopi Enak, Ada Proses Panjang Pengolahan Biji Kopi

Sebelum Diseduh Jadi Kopi Enak, Ada Proses Panjang Pengolahan Biji Kopi

Written By admin on Senin, 07 Agustus 2017 | Agustus 07, 2017


harian365.com - Mengolah kopi nyatanya tidak semudah menikmatinya. Butuh proses panjang untuk menghasilkan citarasa kopi yang nikmat. Apa saja ya? 

Kopi saat ini bukan lagi menjadi minuman biasa bakal namun telah menjadi sebuahgaya nasib masyarakat urban. Kopi Indonesia terbukti mempunyai keunikan tersendiri, tidak hanya rasa asam dan pahit namun juga berbagai rasa lain yang lumayan unik. Semacam buah-buahan, rempah hingga cokelat.

Untuk menyaapabilan kopi yang enak diperlukan sebuahproses yang panjang. Ada 4 tipe proses pengolahan kopi yaitu fully washed, semi wash, pulped natural dan natural alias dry process. 


Fully washed adalah proses dimana buah kopi dipetik merah kemudian dirambang. "Proses perambangan diperbuat untuk menyeleksi berat tipe buah," jelas Aris Kadarsiman, Q Grader Indonesia Academy Coffee Academy (06/08). 

Barulah seusai itu diperbuat bagian awal yang namanya pulping. Ini ialah proses untuk menghapus lapisan 1 dan 2 yaitu skin dan pulp yang dengan pola ini akhirnya ada getah. 

Apabila melalui proses fully washed getahnya bakal dicuci hingga hilang seusai itu barulah difermentasi selagi 8-48 jam. "Umumnya 2 hari didiamkan di karung dan bakal terjadi pembentukan asam seusai itu barulah dijemur," jelas Aris. 

Saat mencapai kelembabapan yang direkomendasikan yaitu 12-13 persen parchment alias gabah bakal di hulling (proses menghapus gabah supaya siap untuk proses roasting). Barulah green bean yang ijut adalah silverskin yang siap di roasting. 


Cara kedua adalah semi wash. Proses ini identik dengan kopi-kopi Indonesia semacam di Sumatera dan Aceh. "Hampir sama dengan proses fully washed, hanya saha penjemurannya tidak terlalu kering tetap agak basah yaitu 40 persen seusai itu didiamkan dan di-hulling," ungkap Aris. 

Menurutnya proses ini lebih cepat bakal namun hasil beans-nya tidak lebih konsisten. "Namun dapat diminimalisir dengan quality control di bagian yang lainnya," tambah Aris. Tidak hanya itu tutorial yang ketiga adalah honey process. "Proses ini sedang booming dan sempat sukses di Jawa Barat," tutur Aris. 

Caranya di pulping, kopi tetap ada getahnya dan tidak dicuci dan dikonotasi, langsung dijemur. Kesuksesannya tergantung dari cahaya sinar matahari. "Sebab dikeringkan dengan sinar matahari rasanya lebih rumit manis dan lebih fruity sebab tidak sedikit menganding gula. Tapi kalau tidak ada matahari proses ini bakal gagal," tambahnya. 


Terbaru ada tutorial keempat yaitu natural process. Kopi dipetik dan tidak dikupas tapi menantikan kering saat warnanya agak kehitaman barulah di halling. "Kopi yang diproses dengan tutorial ini tidak sedikit diperbuat di Afrika dan Brasil jadi rasanya bakal terus kompleks," ucap pria berkacamata ini. 

Menurutnya apabila diterapkan di Indonesia bakal jadi tantangan sekali sebab cuaca yang tidak sama bakal menghasilkan rasa yang tidak konsisten. Keempat proses ini menghasilkan rasa yang tidak sama-beda. Fully washed cenderung membentuk rasa yang fruity dengan rasa acid mirip semacam lemon alias orange. 


Sedangkan semi washed dapat menghasilkan tekstur yang kental dan tidak terlalu asam semacam kopi Sumatera dan Aceh. Tidak hanya itu, untuk proses pulp natural alias honey process bakal memperoleh hasil rasa yang lebih manis. Dan natural alias dry process membikin rasa biji kopi lebih rumit apabila pengeringannya benar.




Sumber : harianfood

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger