Home » , , , , , , , , , , » SEA Games 2017 yang Berat Sekaligus Berbeda untuk Maria Londa

SEA Games 2017 yang Berat Sekaligus Berbeda untuk Maria Londa

Written By admin on Kamis, 17 Agustus 2017 | Agustus 17, 2017


harian365.com - Atlet lompat jauh serta jangkit Maria Londa kembali menjadi tumpuan untuk meraih medali emas. Bedanya, dalam persiapan tahun ini dirinya dibayang-bayangi cedera.

SEA Games 2017 menjadi multievent Asia Tenggara kelima yang bakal dijalani Maria. Sekarang dirinya berstatus peraih empat medali emas, dua medali perak, serta dua medali perunggu sejak SEA Games 2009 Laos.

Dengan status itu pula, dirinya diinginkan dapat menyumbang medali emas lewat lompatan-lompatannya. Tetapi, tantangannya tahun ini lebih berat.

Seusai mengalami cedera pada SEA Games 2015 Singapura, langkah Maria untuk dapat mengembalikan perfomanya wajib dipersiapkan dengan kerja keras. Pelatihnya, I Ketut Pageh, menyiapkan rancangan-rancangan program supaya Maria dapat siap baik fisik, teknik, maupun mentalnya.

"Sebetulnya apabila dibilang SEA Games hari ini lebih berat ya terbukti berat. Sebab ini SEA Games kelima saya dengan dua kali berturut-turut medali emas. Dapatkah saya pertahankan itu? Tunggu pertandingan nanti," kata dirinya saat berbincang dengan hariansport, di sela-sela latihannya di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Maria mengawali pemusatan latihan sejak Januari 2017 dari mulai persiapan umum, persiapan khusus, hingga spesifik ke pra kompetisi. Sejauh ini catatan paling baiknya di lompatan jauh merupakan 6,30 meter.

Lompatan itu diraihnya saat uji coba di Islamic Solidarity Games di Baku, Azerbaijan, Mei lalu. Catatan ini tetap jauh dari lompatan paling baiknya saat di SEA Games 2015 yang sejauh 6,70 meter. Sedangkan catatan paling baik lompat jangkitnya selagi latihan merupakan 13,20 meter.


"Apabila dibilang tak lebih alias tak pokoknya percaya diri saja. Sebab terbukti di SEA Games dua tahun lalu itu saya pergi tanpa cedera. Sementara SEA games hari ini lebih berat seusai cedera, ya semoga hingga kelak sehat-sehat," ungkap atlet berumur 26 tahun ini.

Meski telah berpengalaman, sebagai atlet juga pernah merasakan namanya beban mesikipun dalam dirinya berupaya untuk dapat lepas.

"Kata orang dibawa rileks saja, tapi namanya tanggung jawab kan tak dapat dipungkiri. Ya, saya sih latihan rutin berupaya semaksimal mungkin. Sehingga apapun yang diberbagi kelak sama Tuhan, itulah rezeki saya, sebab kalau tak saya berarti tak mensyukuri proses yang saya jalani," ucap dia.


"Saya juga membangun diri dengan mempertidak sedikit latihan teknik. Apalagi, dukungan dari pelatih, keluarga, serta kawan-kawan rutin hadir. Mereka juga tahu apabila saya rutin semaksimal serta percaya dengan apa yang saya perbuat. Sehingga saling bangun kepercayaan serta motivasi."

Soal sasaran emas, Maria hari ini tak ingin terlalu ngoyo. Dirinya hanya ingin memberbagi prestasi paling baik.

"Prestasi paling baik dulu deh. Kalau emas itu bonus. Kenapa tak terlalu ngoyo? sebetulnya dari dulu persaingannya ketat bedanya 5 hingga 3 cm. Tapi lihat saja pada pertandingan nanti. Tak dapat bicara tak sedikit sebab lagi mepet semua," tuturnya. 




Sumber : hariansport

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger